Benteng ini berdasarkan ilmiah, digunakan sebagai gudang senjata. Karena terdapat bangunan yang kedap udara.
Diperkirakan benteng ini juga digunakan untuk tempat observasi karena letaknya yang cukup tinggi.
Saat ini, Gunung Palasari ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura). Selain terdapat cagar budaya, di kawasan ini juga hidup sekira 205 flora, di antaranya Akasia, Eboni, Jati, Pinus serta banyak yang lainnya.
Untuk berkunjung ke Tahura Gunung Palasari, buka setiap hari dari pukul 08.00 - 16.00 WIB.
![Benteng Pasir Kolecer [Sumedang.go.id]](https://media.suara.com/suara-partners/sumedang/thumbs/1200x675/2023/08/01/1-pas.jpeg)
3. Benteng Pasir Kolecer
Bangunan peninggalan Belanda ini, terletak di Dusun Gunung Gadung, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan.
Warga mengenal bangunan peninggalan ini dengan sebutan Benteng Pasir Kolecer. Benteng ini memiliki dua buah bangunan yang ditutup oleh gundukan tanah atau bukit.
Dua benteng tersebut memiliki luasan 5x6 meter dan 5,6x7,5 meter dengan ruang persembunyian.
Kedua benteng ini memiliki tembok yang menyerupai pos pemantauan serta dinding pertahanan.
Baca Juga: Video Gita Gunawan Viral TKW Taiwan, Link Bertebaran di Twitter dan TikTok, Awas Bahaya!
Benteng ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1907.
Untuk yang ingin mencoba pengalaman berwisata sejarah dan melihat bangunan-bangunan pada masa penjajahan Belanda, tiga situs cagar budaya di Sumedang bisa menjadi pilihan wisata. (*)