SUARA SUMEDANG – Uston Nawawi sosok pelatih karteker yang gantikan Aji Santoso mampu membangkitkan performa skuad Persebaya Surabaya.
Di bawah tangan dingin Uston Nawawi, Persebaya Surabaya mampu memetik tiga kemenangan secara beruntun.
Tentu kemenangan tersebut menjadi modal yang cukup penting untuk tim berjuluk Bajul Ijo guna menghadapi laga berikutnya.
Dalam pekan kesepuluh, Persebaya Surabaya akan bertandang ke PSS Sleman, Uston Nawawi memiliki tekad untuk bisa membawa pulang tiga poin.
Super Elang Jawa (super Elja) harus waspada dengan kebangkitan skuad Persebaya Surabaya.
Labih lanjut sang pelatih juga mengatakan jika semua pemain dalam kondisi baik, namun ada Paulo Victor dan Nuri Fasya yang dikabarkan masih belum bisa bergabung.
Pelatih 45 tahun tersebut nampak sudah mengetahui kekuatan PSS Sleman, sehingga ia tetap memberikan rasa semangat pada anak asuhnya supaya bisa bawa puang poin.
"Belum tahu (akan dibawa atau tidak). Kita lihat kondisi terakhirnya nanti. Masih ada dua hari (sebelum berangkat ke Sleman)," ujar Uston, Senin (21/8/2023).
Uston Nawawi ingatkan pemain supaya bertanding tanpa beban, jalani suatu pertandingan sebagaiman biasanya.
Baca Juga: Cium Bibir Pemain Timnas Putri Spanyol, Presiden RFEF Luis Rubiales Minta Maaf
"Saya tekankan kepada pemain untuk tidak ada beban (mengenai hattrick kemenangan). Kita jalani saja seperti biasa," lanjutnya.
PSS Sleman dikenal memiliki fans atau suporter yang begitu fanatik, hampir semua kursi di Stadion terisi penuh saat Super Elja jadi tuan rumah.
Namun hal itu tidak masalah bagi pelatih 45 tahun tersebut, justru menjadi suatu suntikan untuk pompa rasa semangat pemain Persebaya.
"Ya itu tambah bagus (terkait suporter fanatik). Kita ambil energinya di situ. Suporter kan pasti men-support positif. Tidak mungkin anarkis," ujarnya.
"Menurut saya, pemain bakal tambah semangat," sambungnya.(*)