Tragedi Truk Tangki Tabrak Karnaval di Mojokerto, Begini Kronologisnya

Suara Sumedang

Jum'at, 25 Agustus 2023 | 22:34 WIB
Tragedi Truk Tangki Tabrak Karnaval di Mojokerto, Begini Kronologisnya
tragedi mobil truk tabrak karnaval Mojokerto (intagram)

SUARA SUMEDANG-Sebuah truk tangki yang remnya rusak menimpa wisatawan dan pengunjung festival di lereng Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Warga, polisi dan TNI berusaha menyelamatkan korban yang tertabrak truk dan terluka. Para korban diangkut dengan ambulans dan kendaraan Polsek Pacet.

Korban luka dievakuasi ke Puskesmas Pacet dan korban meninggal dilarikan ke RS Sumberglagah Kabupaten Mojokerto.

Astin, salah satu korban selamat, mengatakan dirinya dan suaminya baru saja melewati garis finis dan berencana pulang melalui jalur darat dari Desa Sajen. Saat sedang berjalan, tiba-tiba ia mendengar teriakan orang dan opini masyarakat, sehingga ia langsung ditabrak truk air.

Beruntung dia, suami, dan anak-anaknya selamat dan hanya mengalami luka ringan.

"Saya mau pulang ada orang teriak-teriak saya nengok ke belakang ditabrak saya ada di bawah truk dan sepeda motor di tengah jalan mau pulang grup saya sudah selesai," kata Asyin, salah satu korban selamat.

Sementara itu, Polres Pacet dan Polres Mojokerto hadir dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini truk tangki, mobil, dan sepeda motor masih berada di lokasi kejadian."Tadi mau magrib, membawa korban dua meninggal di TKP dan 3 luka ringan. Dan korban meninggal ada di RS Sumberglagah dan ada di Puskemas Pacet," kata Kapolres Pacet AKP Amat Susilo.

Menurut Amat, jika dilihat dari kostumnya, mereka tidak berseragam dan kemungkinan ada warga sekitar yang datang untuk melihat karnaval tersebut.

Identitas pengemudi truk adalah Anton Dwi Aryatama (32 tahun), warga Kelurahan Asem Rowo, Kecamatan Asem Rowo, Kota Surabaya.

baca juga

Usai kejadian tersebut, sopir truk tersebut langsung ditangkap Polsek Pacet agar tidak menimbulkan kemarahan besar. Berdasarkan data yang dikirimkan ke Puskesmas Pacet, terdapat 3 orang meninggal dunia dan 16 orang luka-luka.

Korban sebagian dirawat di Puskesmas Pacet dan sebagian lagi dibawa ke RS Sumberglagah.

Hingga saat ini, tim Polres Mojokerto masih menyelidiki dan menangkap sopir truk tersebut. Diduga penyebab kecelakaan itu karena rem blong.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kronologi Kecelakaan Karnaval Pacet Mojokerto, Ternyata Ini Penyebabnya

Kronologi Kecelakaan Karnaval Pacet Mojokerto, Ternyata Ini Penyebabnya

Sumedang | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 15:14 WIB

Detik-detik Kecelakaan Maut Truk Tabrak Penonton Karnaval di Mojokerto Terekam Kamera, Warga Berhamburan

Detik-detik Kecelakaan Maut Truk Tabrak Penonton Karnaval di Mojokerto Terekam Kamera, Warga Berhamburan

Jatim | Jum'at, 25 Agustus 2023 | 07:45 WIB

BREAKING NEWS: Truk Tabrak Penonton Karnaval di Mojokerto, 2 Orang Meninggal dan 19 Luka

BREAKING NEWS: Truk Tabrak Penonton Karnaval di Mojokerto, 2 Orang Meninggal dan 19 Luka

Jatim | Kamis, 24 Agustus 2023 | 22:40 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×