SUARA SUMEDANG – Anies Baswedan akhirnya angkat suara soal pemilihan Muhaimin Iskandar atau sering disapa Cak Imin.
Pasalnya pemilihan Cak Imin sebagai pasangan calon wakil Presiden Anies Baswedan membuat para elit partai Demokrat merasa dikhianati.
Pada akhirnya Anies Baswedan berbicara hal itu, tepatnya pada saat ia tampil di kanal YouTube @Mata Najwa “Eksklusif: Blak-blakan Anies-Muhaimin”.
Pada kesempatan tersebut Anies mengulas secara detail dalam penentuan Cak Imin sebagai calon wakil Presiden.
Diakui oleh mantan Mentri Pendidikan, jika kubu Demokrat dan NasDem diakui belum ada sebuah titik temu.
Bahkan ia menuturkan jika perbedaan sudah terlihat pada Senin, 28 Agustus 2023 hingga pada puncaknya 29 Agustus 2023.
Kubu Partai Demokrat ingin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon Wakil Presiden untuk dampingi Anies Baswedan.
Menurutnya, NasDem tidak menolak, melainkan minta supaya Deklarasi dilakukan pada 3 September 2023 atas permintaan Partai Demokrat diundur terlebih dahulu.
Pasalnya belum ada titik temu siapa yang cocok untuk mendampinginya pada pelpres 2024.
Baca Juga: Bangkrut, Kondisi Kesehatan Fahmi Bo Makin Parah
"Sampai gebrak-gebrak meja," begitu jelasnya soal panasnya pertemuan Tim 8 yang mewakili semua partai di koalissi. “Sebenarnya saya tidak ingin menanggapi secara detail ini semua. Saya sangat hormat kepada pak SBY," sebutnya.(*)