SUARA SUMEDANG - Musim kemarau yang panjang membuat Waduk Jatigede di Sumedang surut, hingga nampak sebuah jalanan mulai kembali terlihat dan dilalui oleh warga. .
Dilansir dari unggahan TikTok @jejakpilemburan, nampak sebuah jalan dilewati kendaraan. Video tersebut memperlihatkan suasana Waduk Jatigede yang saat ini mengalami kekeringan di musim kemarau.
Mengutip dari sisemar.sumedangkab.go.id, fungsi bendungan Jatigede adalah sebagai sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Lebih dari itu juga berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya.
Waduk Jatigede sendiri mulai dibangun tahun 2008 pada masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono dan baru diresmikan pada tahun 2015.
Waduk ini beroperasi penuh pada tahun 2017. Jatigede dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang dengan dengan kapasitas tampung 979,5 juta meter kubik air.
Adapun biaya anggaran untuk membangun Waduk Jatigede ini mencapai 467 juta US dolar atau setara dengan Rp 6.538.000.000.000 dengan kurs rupiah yang saat itu mencapai Rp 14.000.
Dilansir dari berbagai sumber, tak hanya jalanan yang mulai terlihat akibat dampak keringnya Waduk Jatigede, namun bekas puing-puing rumah warga juga mulai terlihat.
Seperti puing-puing rumah yang berada di wilayah Desa Pakualam dan Desa Cipaku. Berikut kondisi terkini Waduk Jatigede yang alami kekeringan dampak dari musim kemarau.(*)
Baca Juga: Video Pengakuan Siswa yang Bacok Guru di Demak: Minta Diberi Kesempatan
![Kondisi Waduk Jatigede Sumedang saat Alami Kekeringan [TikTok @jejakpilemburan]](https://media.suara.com/suara-partners/sumedang/thumbs/1200x675/2023/09/27/1-screenshot-2023-09-27-143952.png)