Penurunan impor bulan September ini diduga akibat depresinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang membuat impor menjadi semakin mahal.
Selain itu, penurunan impor turut disebabkan oleh menurunnya konsumsi domestik sebagaimana tercermin dalam prakiraan Indeks Penjualan Rill (IPR) Bank Indonesia yang terkontraksi 0,9 persen secara bulanan dan pelemahan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) melemah menjadi 124,7 pada bulan September 2022.