Kebakaran terjadi tepatnya di bagian kubah Masjid tersebut. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.10 WIB pada hari Kamis (20/10) kemarin.
Terlihat asap hitam naik ke udara dan menimbulkan kemacetan karena banyak warga yang berhenti untuk melihat kejadian dan mengabadikan momen ini dengan kamera ponselnya. Kemacetan di sekitar lokasi tidak dapat terhindarkan.
Sebanyak 21 mobil Pemadam Kebakaran dikerahkan untuk membantu memadamkan si jago merah yang melahap kubah masjid megah tersebut.
Menurut penuturan warga, awalnya dia melihat api kecil muncul dari kubah dan langsung membesar dalam waktu yang singkat.
Pada pukul 17.00 WIB, api sudah berhasil dipadamkan dan kebakaran sudah berhasil dikendalikan oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Untungkan api yang membakar tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya, yaitu Gedung Sosial Budaya dan Gedung Bisnis.
Untungnya dokumen penting dan perangkat komputer sudah diamankan terlebih dahulu oleh pengelola Masjid Raya Jakarta Islamic Center ke Perpustakaan di gedung Sosial Budaya.
Kebakaran hebat menyebabkan kubah masjid ambruk dalam jangka waktu kurang lebih setengah jam setelah terjadi kebakaran.
Cepatnya kubah runtuh mungkin disebabkan karena kubah menahan beban seberat 1 ton dari 12 buah lampu kipas khas betawi.
Kubah ambruk ke lantai dua dan puing-puingnya ada yang hingga ke lantai satu bangunan Masjid Raya Jakarta Islamic Center.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar Merek Obat Sirup Mengandung Etilen Glikol dan Dietilen Glikol Menurut BPOM
Diduga kebakaran ini disebabkan karena renovasi yang dilakukan di bagian plafon kubah. Adanya kelalaian dari kontraktor menyebabkan kebakaran hebat ini juga hampir semua bagian masjid terbakar hingga menyebabkan kubah masjid ambruk.
Hingga saat ini, pihak berwajib masih mendalami penyebab pasti kebakaran masjid yang menjadi pusat pembelajaran Islam.
Hingga api berhasil dipadamkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Akan tetapi akibat insiden ini kubah JIC roboh dengan fondasi di sekelilingnya dan ditaksir kerugian yang ditanggung mencapai kurang lebih Rp. 1 miliar.