Pelatih FC Barcelona Xavi Hernandez menyebut bahwa Cristiano Ronaldo masih menjadi ancaman yang serius bagi Blaugrana. Mengingat, Barca akan bertemu dengan Manchester United di babak 16 play off Liga Europa tahun depan.
Ronaldo yang sudah membobog gawang Barcelona 20 kali sejak dirinya bergabung di Real Madrid masih menjadi pemain berbahaya dan sangat mengancam ketika berada di area sekitar kotak penalti menurut Xavi.
Pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang sangat bersejarah mengingat pertemuan terakhir kali keduanya adalah pada laga perempat final Liga Champions 2019 silam.
Xavi juga sering bertemu dengan Ronaldo ketika dirinya masih menjadi jenderal lapangan tengah Tim Catalan. Kini ia akan menghadapi pemain bintang Portugal itu sebagai pelatih dan tanpa dengan rekan satu timnya dulu yakni Lionel Messi.
Manchester United sebelumnya finis di posisi kedua Liga Europa di grup mereka. Sementara Barcelona harus puas duduk di posisi ketiga klasemen grup Liga Champions sehingga keduanya sama-sama masuk dalam undian play off babak 16 Liga Europa.
“Saya pikir Ronaldo adalah pemain yang hebat dan hebat,” jawabnya. "Dia telah menandai sebuah era di dunia sepak bola dan masih bisa membuat perbedaan," kata Xavi dikutip Mirror, Selasa (8/11/2022).
Ronaldo hanya mencetak tiga gol dan dua assist dalam 16 penampilan untuk United musim ini setelah musim panas yang sulit di mana ia mencoba meninggalkan klub.
Pemain 37 tahun ini baru- baru ini didisiplinkan oleh Erik ten Hag setelah menolak masuk melawan Tottenham , tetapi sekarang telah membangun kembali jembatan untuk menjadi starter reguler.
Masih harus dilihat apakah mantan pemain Juventus itu masih akan menjadi pemain United pada 16 Februari, mengingat jadwal pertandingan jatuh tak lama setelah penutupan jendela transfer Januari. Jika dia tetap bertahan dan melihat sisa kontraknya maka itu akan menjadi pertandingan besar – tetapi Xavi lebih suka menghindarinya.
Baca Juga: Usai Gelar Pertemuan dengan Konsultan Tiga Negara, Arema FC Disarankan Ubah Sistem Tiketing
“Hasil imbang telah memberi kami saingan terberat lagi, seperti di babak penyisihan grup Liga Champions,” tambahnya. “Keberuntungan tidak berpihak pada kami. Manchester United adalah rival hebat, klub bersejarah... yang terburuk yang bisa kami harapkan," ujarnya.