Seperti telah diceritakan dalam artikel sebelumnya, yang berjudul “Valid atau Hoax? Bagian 1 : Kamarudin Simanjuntak Mengungkap Bahwa Pemicu Awal Penembakan karena Terungkapnya Perselingkuhan FS” , Kamarudin Simanjuntak, Pengacara Keluarga Brigadir J dalam video sebuah acara Talk Show yang diunggah akun Tiktok @dioysius dengan lantang menceritakan dugaannya terkait pemicu awal penembakan adalah karena terungkapnya perselingkuhan FS dengan wanita lain setelah istri FS bertanya tentang keberadaan FS kepada Brigadir J.
Kelanjutan cerita Kamarudin dalam video tersebut, “jadi kemudian setelah diberitahu atau diduga diberitahu kepada Ibu, terjadilah pertengkaran suami istri. Sejak saat itu diancamlah ini almarhum ini.”. Kamarudin menduga adanya pengancaman terhadap Brigadir J atas pelaporannya tentang keberadaan FS terhadap istri FS.
“Sampai dia menangis-nangis, 21 Juni 2022 dia menelpon kekasihnya. Dia tidak sempat memberitahu kepada orangtuanya, tetapi kepada kekasih. Dikasihtahulah bahwa dia akan dibunuh atau dihabisi, carilah pria lain pengganti saya, saya tidak mungkin lagi menikahi kamu karena saya akan dibunuh”. Brigadir J menurut cerita Kamarudin, setelah mendapatkan pengancaman lalu bercerita kepada pacarnya bahwa ia akan dibunuh. Bahkan sudah meminta pacarnya untuk mencari pria lain penggantinya, karena ia sudah berputus asa dan merasa tidak akan mampu menyelamatkan diri.
Bahkan, Brigadir J juga meminta maaf kepada pacarnya, karena merasa waktunya sudah tidak banyak lagi. Sang kekasih yang merasa Brigadir J tidak seperti biasanya, dan ceritanyapun adalah hal yang sangat aneh karena merasa ada ancaman akan dibunuh, dengan nada bicara yang terdengar sangat ketakutan karena dalam isakan tangis, hingga ia menanyakan apakah Brigadir J sedang sakit, namun dijawab “tidak sakit” oleh Brigadir J. Merekapun larut dalam cerita, dan Sang Kekasih ikut menangis, kata Kamarudin.
Kamarudin juga mengatakan bahwa rekaman telepon antara Brigadir J dan kekasihnya ini ada dalam rekaman dokumen elektronik. Namun, untuk validnya berita ini, tetap hanya bisa dilihat dari sisi Kamarudin saja. Tetap belum bisa dipastikan valid atau hoax secara aktual, karena belum ada alat bukti yang terungkap yang bisa menjadi dasar validasi cerita Kamarudin.