Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan

Vania Rossa

Rabu, 04 Februari 2026 | 17:39 WIB
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
Perempuan penenun di Rumah Panjang Sadap. (dok. @fidel_manna)
baca 10 detik
  • Masyarakat adat Dayak Iban Sadap di Kapuas Hulu menenun sebagai simbol identitas, nilai sosial, dan kearifan lokal mereka.
  • Proses menenun Iban Sadap menggunakan pewarna alami dan alat dari bambu, mengikat erat budaya dengan pelestarian alam.
  • Festival Tenun Iban Sadap dan tur edukatif diadakan untuk memastikan pengetahuan menenun diwariskan kepada generasi muda.

Suara.com - Di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ada cerita yang tidak ditulis dengan tinta, melainkan dirajut perlahan lewat benang. Bagi masyarakat adat Dayak Iban Sadap, menenun bukan sekadar keterampilan tangan. Ia adalah cara mengingat leluhur, menjaga identitas, sekaligus merawat hubungan dengan alam yang telah menghidupi mereka turun-temurun.

“Bagi kami, tenun bukan sekadar produk kerajinan tangan, melainkan simbol identitas dan ekspresi nilai-nilai kehidupan masyarakat adat Dayak Iban, yang memiliki makna spiritual, sosial, dan kearifan lokal,” ujar Magareta Mala, salah satu penggerak Festival Tenun Iban Sadap.

Makna itu terasa dalam setiap motif yang ditenun. Ada kisah tentang manusia, hewan, tumbuhan, hingga simbol-simbol sakral yang diwariskan lintas generasi. Tenun kebat, misalnya, menjadi jenis tenun yang wajib dimiliki karena sarat makna adat, digunakan dalam momen kelahiran, sukacita, hingga dukacita. Selain kebat, ada pula sungkit, pileh, dan sidan, masing-masing dengan teknik dan filosofi berbeda.

Namun, yang dijaga bukan hanya motif, melainkan juga prosesnya. Pewarna benang berasal dari alam: daun, akar, kulit kayu. Alat tenun dibuat dari bambu. Bagi masyarakat Iban Sadap, setiap helai kain adalah bukti bahwa budaya dan alam tak bisa dipisahkan.

“Ketika kami menenun, artinya kami juga memelihara bumi. Banyak tanaman pewarna yang hanya tumbuh di wilayah adat. Kalau wilayah itu hilang, tradisi menenun juga bisa hilang,” kata Herkulanus Sutomo dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas Hulu.

Rumah panjang menjadi saksi hidup tradisi ini. Di bangunan memanjang yang dihuni banyak keluarga itu, aktivitas menenun berlangsung di ruai—ruang bersama yang menjadi jantung kehidupan sosial. Perempuan dari berbagai usia duduk berjajar, tangan mereka lincah memainkan benang. Tak ada persaingan yang menjatuhkan, yang ada justru semangat kolektif. Ketika satu mulai menenun, yang lain ikut tergerak.

Di tengah tantangan modernisasi, kabar baik datang dari generasi muda. Yosefa Kiki Nayah Sari, misalnya, memilih tetap menenun di sela kesibukannya bekerja. Sejak kecil ia melihat ibu dan neneknya menenun, dan kini kebiasaan itu menjadi bagian dari hidupnya.

“Seru kalau menenun ramai-ramai di ruai. Kalau ada teman menenun, saya jadi semangat juga. Seperti berlomba,” katanya sambil tersenyum.

Semangat itulah yang ingin diperluas lewat Festival Tenun Iban Sadap yang pertama kali digelar tahun lalu. Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi upaya memastikan pengetahuan menenun tetap hidup. Komunitas penenun bahkan merancang paket tur edukatif, dari kunjungan singkat hingga program tinggal lebih lama untuk belajar langsung seluruh proses menenun.

baca juga

Pernah seorang mahasiswa dari Kuala Lumpur tinggal cukup lama di desa, mempelajari sejarah dan teknik tenun, lalu pulang membawa kain hasil karyanya sendiri. Bagi Mala dan para penenun, pengalaman seperti itu lebih berarti daripada sekadar kunjungan singkat untuk berfoto.

Pada akhirnya, tenun Iban Sadap bukan hanya soal kain indah. Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara manusia dan hutan, antara tradisi dan harapan. Di tangan para perempuan Iban, benang-benang itu terus dirajut—menjaga cerita, menjaga alam, dan menjaga jati diri agar tak pernah terputus oleh zaman.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya

Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:15 WIB

Cinta Terlarang di Kalimantan Selatan: Apa Rahasia di Balik Ketegangan Film 'Kuyank'?

Cinta Terlarang di Kalimantan Selatan: Apa Rahasia di Balik Ketegangan Film 'Kuyank'?

Video | Senin, 26 Januari 2026 | 19:25 WIB

Mengupas Film Kuyank, Kisah Manusia Penuntut Ilmu Hitam dan Teror Nyata di Sungai Kalimantan

Mengupas Film Kuyank, Kisah Manusia Penuntut Ilmu Hitam dan Teror Nyata di Sungai Kalimantan

Video | Jum'at, 16 Januari 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×