Tragedi Kanjuruhan Mata Raffi Atha Dziaulhamdi Alami Iritasi Akibat Gas Air Mata

Suara Tangsel

Senin, 10 Oktober 2022 | 15:11 WIB
Tragedi Kanjuruhan Mata Raffi Atha Dziaulhamdi Alami Iritasi Akibat Gas Air Mata
Mata Raffi Atha Dziaulhamdi

Tragedi Kanjuruhan yang begitu memilukan masih terngiang dibenak Raffi Atha Dziaulhamdi. Ia merupakan salah salah satu Aremania sekaligus saksi hidup kericuhan didalam Stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu.

Akibat peristiwa itu, mata remaja 14 tahun ini mengalami iritasi akibat gas air mata. Hingga kini matanya memerah dan belum kunjung pulih hingga kini.

Ia mengaku terkena asap dari gas air mata yang jatuh tak sampai 2 meter dari posisinya duduk. Saat itu dia sempat melihat sejumlah orang juga berjatuhan diantara ribuan suporter yang berdesakan menghindari gas air mata.

Dia kemudian pingsan lantaran tak mampu menahan asap tebal yang menyelimutinya selama sekitar 15 menit. Dia menyebut pingsan selama 2 jam. Saat itu dia berada di tribun 10 bagian bawah.

"Saya berada di kepulan asap gas air mata itu. Saya sempat pingsan 2 jam karena dada sesak dan mata bagian dalam rasanya sakit," kata Raffi dengan mata yang masih memerah.

Siswa SMAN 2 Malang yang tinggal di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang itu mengaku sempat dibawa ke RS Teja Husada, Kepanjen, Malang. Namun dia tak mendapatkan penanganan sama sekali dari medis. Dia kemudian dibawa pulang oleh teman temannya.

"Saya dibawa ke RS Teja, tapi tidak mendapat pertolongan, hanya digeletakin aja," ucapnya.

"Ini mata saya merah sejak saat itu. Jadi setelah sadar dari pingsan udah seperti ini. Sekarang udah normal tapi mata saya putihnya jadi merah," imbuhnya.

Raffi mengatakan bahwa dua hari setelah tragedi, dia sempat memeriksakan matanya ke RSSA Malang bersama orang tuanya. Dia kemudian diberi resep 5 jenis obat. Namun 3 obat diantaranya tak ditemukan di apotik oleh orang tuanya.

baca juga

"Obatnya gak saya ambil karena 3 obat gak ada. Besoknya saya bawa ke Posko Balai Kota dan dirujuk ke RS Hermina," kata Sutrisno, ayah Raffi.

Berdasarkan keterangan medis, Sutrisno mengatakan bahwa mata Raffi memerah lantaran mengalami iritasi akibat terkena gas air mata.

"Matanya bisa berangsur sembuh, katanya sebulan, tapi lihat nanti," imbuhnya.

Jika tak ada perkembangan selama sepekan sejak pemeriksaan yang dilakukan pada Rabu (5/10/2022), Raffi harus menjalani pemeriksaan medis lagi.

Meski Raffi penggelihatannya sudah normal, namun sebagai orang tua, ia merasa khawatir terjadi Hal Hal yang tak diinginkan pada mata anaknya di lain hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jajaran Polresta Malang Bersujud Minta Maaf kepada Korban Tragedi Kanjuruhan

Jajaran Polresta Malang Bersujud Minta Maaf kepada Korban Tragedi Kanjuruhan

Depok | Senin, 10 Oktober 2022 | 15:02 WIB

Ada Gas Air Mata Kedaluwarsa yang Ditembakkan dalam Tragedi Kanjuruhan, Kini Didalami Komnas HAM

Ada Gas Air Mata Kedaluwarsa yang Ditembakkan dalam Tragedi Kanjuruhan, Kini Didalami Komnas HAM

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 14:45 WIB

Penyintas Tragedi Kanjuruhan Alami PTSD, Sulit Tidur hingga Menangis Histeris

Penyintas Tragedi Kanjuruhan Alami PTSD, Sulit Tidur hingga Menangis Histeris

Malang | Senin, 10 Oktober 2022 | 14:08 WIB

Terkini

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:43 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video

Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video

Jabar | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:41 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?

100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:15 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Diskusi Dengan Ombudsman RI, Imigrasi Sumut Kedepankan Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'

Diskusi Dengan Ombudsman RI, Imigrasi Sumut Kedepankan Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'

Sumut | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:13 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Liks | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB