Tragedi Kanjuruhan yang begitu memilukan masih terngiang dibenak Raffi Atha Dziaulhamdi. Ia merupakan salah salah satu Aremania sekaligus saksi hidup kericuhan didalam Stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu.
Akibat peristiwa itu, mata remaja 14 tahun ini mengalami iritasi akibat gas air mata. Hingga kini matanya memerah dan belum kunjung pulih hingga kini.
Ia mengaku terkena asap dari gas air mata yang jatuh tak sampai 2 meter dari posisinya duduk. Saat itu dia sempat melihat sejumlah orang juga berjatuhan diantara ribuan suporter yang berdesakan menghindari gas air mata.
Dia kemudian pingsan lantaran tak mampu menahan asap tebal yang menyelimutinya selama sekitar 15 menit. Dia menyebut pingsan selama 2 jam. Saat itu dia berada di tribun 10 bagian bawah.
"Saya berada di kepulan asap gas air mata itu. Saya sempat pingsan 2 jam karena dada sesak dan mata bagian dalam rasanya sakit," kata Raffi dengan mata yang masih memerah.
Siswa SMAN 2 Malang yang tinggal di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang itu mengaku sempat dibawa ke RS Teja Husada, Kepanjen, Malang. Namun dia tak mendapatkan penanganan sama sekali dari medis. Dia kemudian dibawa pulang oleh teman temannya.
"Saya dibawa ke RS Teja, tapi tidak mendapat pertolongan, hanya digeletakin aja," ucapnya.
"Ini mata saya merah sejak saat itu. Jadi setelah sadar dari pingsan udah seperti ini. Sekarang udah normal tapi mata saya putihnya jadi merah," imbuhnya.
Raffi mengatakan bahwa dua hari setelah tragedi, dia sempat memeriksakan matanya ke RSSA Malang bersama orang tuanya. Dia kemudian diberi resep 5 jenis obat. Namun 3 obat diantaranya tak ditemukan di apotik oleh orang tuanya.
"Obatnya gak saya ambil karena 3 obat gak ada. Besoknya saya bawa ke Posko Balai Kota dan dirujuk ke RS Hermina," kata Sutrisno, ayah Raffi.
Berdasarkan keterangan medis, Sutrisno mengatakan bahwa mata Raffi memerah lantaran mengalami iritasi akibat terkena gas air mata.
"Matanya bisa berangsur sembuh, katanya sebulan, tapi lihat nanti," imbuhnya.
Jika tak ada perkembangan selama sepekan sejak pemeriksaan yang dilakukan pada Rabu (5/10/2022), Raffi harus menjalani pemeriksaan medis lagi.
Meski Raffi penggelihatannya sudah normal, namun sebagai orang tua, ia merasa khawatir terjadi Hal Hal yang tak diinginkan pada mata anaknya di lain hari.