Antisipasi Bencana Lewat Cerita

Tantrum

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:09 WIB
Antisipasi Bencana Lewat Cerita
ARR Vaujie M

TANTRUM - Bencana alam kerap kali datang tanpa diduga. Kadang sebagian orang, menganggap itu adalah sebuah peringatan dari Maha Kuasa.

Namun secara keilmuan, hal itu merupakan penyeimbangan alam terhadap sesuatu yang tidak stabil. Alam merelaksasi dirinya, agar semuanya mendapatkan porsi yang sama.

Penyebabnya antara lain ulah manusia itu sendiri yang sering kali serakah dalam memenuhi kebutuhan kehidupan. Untuk memenuhi hajatnya, selalu mengekplorasi alam dengan porsi yang tidak tepat.

Seperti pembangunan pemukiman, sarana umum, kebutuhan perhiasan, sandang, pangan dan papan. Semuanya dilakukan tanpa menghiraukan keseimbangan alam.

Saat alam menyelaraskan dirinya, manusia menudingnya sebagai bencana. Sehingga sekarang ini diperlukan, pengertian soal bencana itu sendiri agar berbagai kalangan masyarakat mau hidup selaras dengan alam. Tak terkecuali untuk anak - anak.

Anak - anak perlu mendapatkan perhatian lebih soal mengantisipasi datangnya bencana alam semisal banjir, gempa bumi, gunung meletus dan sejenisnya.

Alasannya sederhana, anak - anak bersama lansia merupakan kelompok yang rentan menjadi korban saat terjadinya bencana alam.

Penyampaian soal antisipasi bencana terhadap anak - anak ini, dilakukan dengan bahasa tutur dan dimengerti oleh mereka.

Dongeng ! Ya, benar dengan mendongeng soal antisipasi atau mitigasi bencana menjadi medium yang jitu disampaikan ke anak - anak.

Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Pahlawan Bencana. Mereka dengan berkelanjutan mengkampanyekan mitigasi bencana melalui medium cerita bergambar atau dongeng kepada penerus bangsa.

"Jadi tarafnya hanya sebatas kesadaran terhadap kebencanaan, karena kita berpikir memang tahapan pasca bencana itu sudah banyak yang bergerak ke arah sana. Tapi saat pra bencananya sendiri ini masih banyak orang-orang yang belum tahu harus seperti apa dan sosialisasi tahapan sebelum bencana itu seperti apa," kata Priyangga Dyatmika beberapa waktu lalu ditulis Bandung, Kamis, 19 Mei 2022.

Priyangga menuturkan komunitasnya banyak menemukan kasus sebagian masyarakat panik saat terjadinya bencana. Itu disebabkan kata Priyangga, ketidaktahuan untuk bertindak saat terjadinya bencana karena minimnya informasi soal mitigasi terutama bagi anak - anak.

Anak harus diberikan informasi, soal pentingnya hidup berdampingan alam yang tidak terlepas dari kejadian bencana alam. Apalagi di Kota Bandung sendiri, potensi terjadinya bencana alam sangat tinggi.

Priyangga mencontohkan di daerah Utara Kota Bandung terletak Gunung Api Tangkuban Parahu, di bagian Selatan setiap tahun dipastikan banjir, serta sesar aktif Lembang. Sehingga dianggap perlu mensosialisasikan kesiapsiagaan bencana sejak dini dengan mengunjungi sekolah.

"Dikenalkan apa itu bencana, simulasi gempa, karena kita tahu hampir di seluruh Indonesia tidak ada daerah yang rawan gempa. Tapi berdasarkan pengalaman saya pribadi saat sekolah, belum pernah diberikan simulasi gempa. Beda dengan negara - negara lain yang sudah lebih dulu mengenalkan hal ini," kata Priyangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:35 WIB

4 Rekomendasi Rice Cooker Cosmos untuk Anak Kos, Hemat Listrik dan Ringkas

4 Rekomendasi Rice Cooker Cosmos untuk Anak Kos, Hemat Listrik dan Ringkas

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia

Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK

Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49 WIB

Chernobyl: Kisah Tragis Bencana Nuklir dan Perjuangan Mengungkap Kebenaran

Chernobyl: Kisah Tragis Bencana Nuklir dan Perjuangan Mengungkap Kebenaran

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Akui Salah Libatkan Anak dalam Promosi Vape, Bigmo Tertunduk Usai Dicecar 40 Pertanyaan Polisi

Akui Salah Libatkan Anak dalam Promosi Vape, Bigmo Tertunduk Usai Dicecar 40 Pertanyaan Polisi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:14 WIB

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Diduga Eksploitasi Anak Demi Konten Vape, YouTuber Bigmo Jalani Pemeriksaan di Polda Metro

Diduga Eksploitasi Anak Demi Konten Vape, YouTuber Bigmo Jalani Pemeriksaan di Polda Metro

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Mencabut Gelar Bangsawan Menantunya Akibat Perilaku Coreng Kerajaan

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Mencabut Gelar Bangsawan Menantunya Akibat Perilaku Coreng Kerajaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Terkini

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:46 WIB

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×