Ini Penjelasan Hubungan Hipertensi dengan Stroke

Tantrum Suara.Com
Senin, 30 Mei 2022 | 16:29 WIB
Ini Penjelasan Hubungan Hipertensi dengan Stroke
suara.com

TANTRUM - Hipertensi berkaitan dengan banyak penyakit. Salah satu yang cukup penting adalah gangguan peredaran darah di otak yang dikenal dengan nama stroke.

Menurut Ahmad Rizal, dokter bagian ilmu penyakit saraf Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, stroke adalah gangguan fungsi saraf yang terjadi tiba-tiba yang berlangsung lebih dari 24 jam.

Atau menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak.

"Gangguan pembuluh darah otak ini dapat berupa tersumbatnya pembuluh darah seperti stroke iskemia atau stroke infark, atau pecahnya pembuluh darah yaitu srtoke hemoragik. Dari semua faktor risiko yang ada, hipertensi merupakan faktor risiko yang penting karena dapat menyebabkan ke dua jenis stroke," kata Rizal ditulis Bandung, Senin, 30 Mei 2022.

Rizal menjelaskan di RSHS Bandung lebih dari 500 orang pertahun dirawat karena stroke. Secara umum disebutkan, bahwa kejadian stroke infark adalah sekitar 85 persen dan perdarahan 15 persen.

Di Negara Asia seperti di Thailand dan Cina sebut Rizal, didapatkan angka kejadian perdarahan yang lebih banyak.

Angka kejadian stroke dapat menjadi tolok ukur keberhasilan penanganan hipertensi secara umum di dalam masyarakat.

"Dalam laporan terakhir dari Departemen Kesehatan Indonesia, stroke dinyatakan sebagai penyebab kematian nomor  satu di rumah sakit - rumah sakit pemerintah. Di banyak negara, stroke termasuk tiga penyakit yang menyebabkan kecacatan atau kematian," ujar Rizal.

Rizal menuturkan hipertensi yang lama, sedikit demi sedikit menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Terdapat dua jenis kerusakan yang biasa terjadi.

Pertama yaitu penyempitan pembuluh darah seperti berkarat yang pada akhirnya akan menyebabkan penyumbatan, dikenal dengan nama stroke infark.

Kedua penipisan dinding pembuluh darah yang dapat pecah suatu saat yaitu stroke perdarahan.

"Proses kerusakan memakan waktu yang cukup lama. Pada umumnya lebih dari dua tahun,"

Stroke infark biasanya disadari saat penderita bangun tidur dan tidak dapat melakukan aktivitas harian karena merasa lemah separuh tubuh yang umumnya bertambah berat dengan perjalanan waktu.

Stroke perdarahan biasanya terjadi saat penderita melakukan aktivitas, dan seringkali diawali dengan nyeri kepala.

Tidak jarang didapatkan penurunan kesadaran dan muntah-muntah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI