TANTRUM - Seseorang yang masih terbilang muda kerap juga sering mengalami lupa. Ternyata ada hal yang menjadi penyebabnya lho! Di antaranya adalah stres, depresi hingga pola hidup yang tidak teratur.
Berbeda dengan lansia, penyebab sering lupa pada usia muda seringkali berkaitan dengan gaya hidup yang buruk.
Ini merupakan penyebab yang paling sering terjadi, dan umumnya bisa teratasi dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.
Meski demikian, beberapa kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab sering lupa pada usia muda.
Adapun ini merupakan penyebab yang serius dan seringkali membutuhkan perhatian. Langsung saja cekidot pemicunya dibawah ini!
1. Pola makan tidak baik
Berdasarkan berbagai riset ilmiah, pola makan yang buruk dapat membuat masalah di memori otak. Bukan hanya soal makanan berlebih tetapi konsumsi alkohol dapat menjadi pemicunya.
2. Mengonsumsi obat - obatan tertentu
Mengosumsi obat - obatan tertentu juga memengaruhi daya ingat seseorang. Jenis obat yang dapat memengaruhi daya ingat adalah antidepresan dan penurun tekanan darah.
3. Stres, cemas dan depresi
Orang yang mengalami tiga hal tersebut retan mengalami lupa di usia muda. Pasalnya stres, cemas dan depresi bisa mengganggu seseorang.
4. Kurang tidur
Seseorang yang kurang tidur acap kali mengalami stres, cemas dan depresi. Tidak heran jika akhinya kurang konsentrasi sehingga lupa di usia muda.
Sedangkan info lain menyebutkan pemicu lupa di kalangan generasi muda adalah adnay masalah tiroid.
Hipotiroidisme juga sering menjadi penyebab sering lupa meski masih muda. Ini merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid.
Adapun kondisi tersebut dapat memengaruhi memori serta mengganggu tidur dan menyebabkan depresi, yang semuanya merupakan penyebab seseorang menjadi pelupa.
Pemicu tambahan lainnya yaitu gangguan kognitif ringan. Masih muda sering lupa juga bisa terjadi karena gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment/MCI).
MCI adalah penurunan fungsi kognitif (kemampuan mengingat dan berpikir) pada seseorang yang kondisinya di luar normal untuk individu seusianya.
Namun, kondisi ini bukanlah demensia dan tidak tergolong parah. Bahkan, penderitanya masih bisa menjalankan aktivitas sehari-hari sebagaimana orang normal.
Meski demikian, gangguan ini bisa meningkatkan risiko demensia dan penyakit Alzheimer pada masa mendatang.
Pada kondisi yang serius, sering lupa di usia muda bisa menjadi tanda dari demensia. Meski sering dialami oleh lansia, nyatanya, orang yang berusia muda juga bisa mengalami kondisi medis ini.
Adapun penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling umum terjadi pada orang muda, yang memengaruhi satu dari tiga orang yang lebih muda dengan demensia.
Agar Anda terhindar dari segala jenis lupa, ada baiknya menjalani hidup sehat disertai olahraga teratur dan tidur yang cukup.