TANTRUM - Gejala COVID-19 Omicron BA.2.75 atau Centaurus memiliki banyak kesamaan dengan penyakit musiman. Misalnya seperti penyakit flu dan pilek yang umum terjadi.
Pengidap Omicron BA.2.75 juga akan merasakan gejala sakit kepala dan tenggorokan. Sementara itu, tim aplikasi ZOE Covid Symptom Study Inggris kemudian mengumpulkan data gejala Omicron Centaurus untuk mengetahui perbedaan gejalanya dengan flu dan pilek.
Dilansir dari halodoc.com, data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sakit tenggorokan gejala Omicron Centaurus akan membaik dengan cepat dan berlangsung kurang dari lima hari.
"Namun, gejala tersebut akan terasa buruk pada hari pertama infeksi, kemudian kembali membaik pada hari-hari berikutnya," tulis dr. Rizal Fadli dicuplik 20 Juli 2022.
Rizal menjelaskan bilamana sakit tenggorokan yang muncul berlangsung lebih dari lima hari, maka kemungkinan besar gejala tersebut tidak disebabkan oleh infeksi COVID-19 Omicron Centaurus.
Itulah penjelasan mengenai subvarian Omicron Centaurus yang baru-baru ini terdeteksi di Indonesia.
Berdasarkan karakter gejalanya, Omicron Centaurus dikabarkan memiliki gejala yang hampir sama dengan subvarian Omicron BA.4, BA, 5 dan BA.1, BA.2.
"Mengingat di Indonesia saat ini angka COVID-19 kembali melonjak, penting untuk senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan," tukas Rizal.
Selain itu, pastikan juga untuk menjaga sistem imun tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Baca Juga: Terkuak! Istri Tercinta Pasang Badan jadi Penjamin Agar Habib Rizieq Bebas Penjara
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan subvarian COVID-19 ini sebagai Variant of Concern (VoC) Lineage Under Monitoring (LUM).
Artinya, subvarian Centaurus sedang diawasi secara ketat oleh WHO. Di samping itu, subvarian BA.2.75 ini juga dikabarkan lebih menular jika dibandingkan subvarian Omicron lainnya.