TANTRUM - Meksiko adalah negara berpenduduk mayoritas Katolik. Namun, di negara bagian Chiapas di selatan Meksiko, terdapat suku Maya yang memeluk agama Islam.
Dalam sensus kependudukan yang dilakukan tahun 2010, terdapat sekitar 2.500 pemeluk agama Islam di Meksiko, yang berarti kurang dari 0,01% dari total populasi.
Meskipun begitu, di Chiapas, Islam berkembang pesat seperti dicuplik dari BBC, Senin, 15 Agustus 2022.
Seperti juga Kristen, Islam di Meksiko dibawa oleh orang Spanyol. Bedanya, agama Kristen disebarkan pada abad ke-12, Islam baru masuk ke Meksiko pada 1990an oleh komunitas Murabitun pimpinan Abdalqadir as-Sufi.
Dilansir dari laman Wikipedia, Murabitun merupakan gerakan Islam sedunia didirikan oleh Syeikh Abdalqadir as-Sufi, pemimpin Darqawi-Shadhili-Qadiri Tariqa, dengan komunitas-komunitas lebih kurang 20 negara berbeda.
Tujuan-tujuan prinsipnya termasuk pengembalian zakat, dakwah, praktik Bayat (loyalitas) pada sebuah Amir, pengenalan kembali mata uang Islam Dinar Emas dan Dirham Perak, dan pembentukan ‘Amal Ahl al-Madinah.
Meski anggotanya banyak, tapi tidak semua anggota Murabitun merupakan pendiri murid Sufi, Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi, dan setiap anggotanya merupakan bagian dari Qadiri-Shadhili-Darqawi Tariqa
Salah satu imam di Chiapas, Ibrahim Chechev, mengatakan dia memeluk Islam pada usia 15 tahun.
"Yang saya ingat, waktu itu saya melihat sekumpulan orang duduk bersila di lantai dan menyanyikan sesuatu dalam bahasa yang tidak saya pahami. Itu yang membuat saya tertarik," katanya.
Baca Juga: Suga BTS Kembali Dipercaya untuk Produksi Soundtrack Over the Horizon 2022
"Kemudian saya mengajak ayah, ibu, adik, paman, kakek dan teman-teman saya. Kini mereka semua Muslim dan ikut menyebarkan agama Islam," imbuhnya.
Ibrahim menyebut keluarganya selalu menerima kedatangan tamu dengan tangan terbuka.
"Pintu rumah kami selalu terbuka bagi siapapun yang ingin belajar tentang Islam," sebutnya.