Hindari Najis dan Kerusakan Lantai, Sejarah Penggunaan Sandal Dalam Ruangan Jepang

Tantrum

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB
Hindari Najis dan Kerusakan Lantai, Sejarah Penggunaan Sandal Dalam Ruangan Jepang
Sandal harus dilepas sebelum masuk ke area tatami (nippon.com)

TANTRUM - Konon kebiasaan melepas sepatu hendak masuk ke rumah di Jepang sudah ada sejak sekitar 2.000 tahun yang lalu.

Itu terbukti dari ada gulungan gambar dari periode Heian (794–1185) yang menunjukkan bangsawan menerapkan kebiasaan tersebut di rumah mereka.

Karena musim panas di Jepang lembab dan panas, lantai rumah tradisional agak dinaikkan sedikit dari tanah untuk mencegah kelembapan dan memungkinkan angin sejuk lewat di bawahnya. 

Di pintu masuk, orang melepas sepatu di tataki permukaan tanah sebelum masuk ke dalam rumah.

Karena orang-orang duduk tepat di atas tatami atau lantai, tumbuh kebiasaan melepas alas kaki yang kotor sebelum masuk ke dalam ruangan. 

Tatami juga menjadi tempat meletakkan futon untuk tidur, jadi sandal pun tidak dipakai di atas tatami.

Sosiolog Nakane Chie dilansir dari Nippon.com, telah menekankan pentingnya uchi (di dalam) dan soto (di luar) sebagai cara untuk membatasi ruang-ruang terpisah dalam budaya Jepang

Bagian dalam rumah dipandang sebagai ruang yang bersih, dibandingkan dengan dunia luar yang kotor, dan aula masuk adalah pembatas. 

Sepatu dilepas untuk mencegah unsur-unsur najis atau kotor masuk dan dikenakan untuk memberikan perlindungan terhadap hal yang sama saat keluar.

baca juga

Dicuplik dari Japanese Station, Sabtu, 20 Agustus 2022, dahulu Jepang menutup diri dari orang dan budaya asing selama lebih dari dua abad. 

Namun sesaat setelah dibentuknya perjanjian dengan Amerika Serikat tahun 1854, Jepang kedatangan banyak pengunjung dari Barat. 

Orang Jepang terbiasa melepas sandal zori atau geta sebelum masuk ke dalam ruangan, namun sebagian besar pendatang dari Barat tidak melakukannya.

Karena hanya ada sedikit hotel bergaya Barat pada saat itu, para pelancong menginap di penginapan dan kuil bergaya Jepang. 

Masalah timbul karena mereka masuk dengan sepatu yang masih terpasang, mengakibatkan kerusakan pada tatami. 

Penduduk asing di Yokohama lalu memesan 'sandal' pertama Jepang dari pengrajin Tokyo Tokuno Risabur, meskipun sandal tersebut sebenarnya dipakai di atas sepatu. 

Seperti sandal yang digunakan saat ini, bentuknya terbuka di bagian tumit dan bagian kiri dan kanan memiliki bentuk yang identik.

Dari sekitar 1950-an, ketika kehidupan orang Jepang menjadi lebih beradaptasi dengan barat, ruang makan dengan lantai kayu menjadi lebih umum dan para produsen mendorong penggunaan sandal di dalam ruangan. 

Di Jepang, sepatu dilepas di pintu masuk onsen maupun sento (pemandian umum), kuil dan restoran yang pengunjungnya duduk di lantai. Jadi, tidak aneh kalau para pebisnis bernegosiasi dengan setelan jas dan sandal.

Tamu ryokan (penginapan tradisional) di Jepang umumnya diminta untuk melepas sepatu mereka. 

Setelah meletakkannya di lemari sepatu atau lantai, para tamu akan mengenakan sandal khusus untuk di dalam ruangan, bahkan ada juga sandal khusus untuk digunakan di toilet. 

Di hotel bergaya Barat, biasanya tamu dapat memasuki kamar dengan mengenakan sepatu, tetapi sandal juga tersedia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anime Naruto: Apa Itu Genjutsu? Begini Penjelasannya, Lengkap dengan Sejarah dan Daftar Penggunanya

Anime Naruto: Apa Itu Genjutsu? Begini Penjelasannya, Lengkap dengan Sejarah dan Daftar Penggunanya

Tekno | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 05:28 WIB

Ulasan Buku Berguru pada Soekarno: Kisah Persahabatan Bung Hatta dan Bung Karno

Ulasan Buku Berguru pada Soekarno: Kisah Persahabatan Bung Hatta dan Bung Karno

Your Say | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 20:46 WIB

Apa Itu Kesenjangan Keterampilan dan Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Apa Itu Kesenjangan Keterampilan dan Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Your Say | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:59 WIB

Terkini

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma

Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun

Video | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:51 WIB

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:45 WIB

×