- Sering buang air kecil
- Sering merasa cepat lelah
- Penglihatan buram
Segera temui dokter bila Anda mengalami gejala di atas serta memiliki kondisi yang memicu faktor risiko penyebab diabetes. Tubuh setiap orang berbeda-beda, itu sebabnya gejala yang muncul juga bisa berbeda.
Apabila Anda belum termasuk orang prediabetes tapi berisiko mengalami diabetes, lakukanlah cek gula darah secara rutin.
Hingga saat ini, para ahli masih belum dapat mengetahui apa penyebab pasti dari prediabetes.
Namun menurut studi berjudul Pathophysiology of Type-2 Diabetes, faktor keturunan keluarga dan genetik diyakini berperan besar dalam menyebabkan prediabetes.
"Tubuh yang jarang bergerak serta penumpukan lemak di beberapa bagian tertentu dalam tubuh juga dapat meningkatkan risiko," ungkap Jimmy.
Terlepas dari kondisi tersebut, prediabetes dipengaruhi oleh tubuh yang tidak mampu memproses glukosa secara normal. Akibatnya, glukosa menumpuk di aliran darah.
Baca Juga: Curhat Ojol Sering Diusir Satpam Gedung, Ternyata Penumpang Masih di Lantai 29!
Glukosa semestinya menjadi sumber energi untuk sel-sel tubuh sehingga dapat menjalankan fungsi organ dengan baik.
Dalam proses penyerapan glukosa dari darah menuju sel-sel tubuh diperlukan hormon insulin.
"Saat tubuh Anda menunjukkan gejala prediabetes, proses penyerapan glukosa dengan bantuan insulin ini mengalami masalah," terang Jimmy.
Alih-alih menggunakan insulin, sel-sel dalam tubuh malah tidak 'mengenali' insulin sebagaimana mestinya.
Akibatnya, gula pun menumpuk di dalam darah. Kondisi di mana sel-sel tubuh tidak mampu merespons hormon insulin dengan baik ini dikenal juga dengan resistensi insulin.
Siapa pun bisa kena kondisi ini, tak peduli berapa usianya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya prediabetes pada seseorang, yaitu: