Jabar Saber Hoaks Klarifikasi 4.265 Berita Bohong

Tantrum

Kamis, 25 Agustus 2022 | 16:02 WIB
Jabar Saber Hoaks Klarifikasi 4.265 Berita Bohong
Grafis Jabar Saber Hoaks, Diskominfo Jabar. ((Instagram))

TANTRUM - Berita bohong alias hoaks semakin merajalela di era teknologi digital ini. Untuk menangkal beredarnya berita hoaks, Diskominfo Jabar membentuk Jabar Saber Hoaks sejak 2018. JSH dibentuk untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sehingga tidak mudah percaya hoaks, serta mendukung program pembangunan Pemdaprov Jabar. 

Data terbaru, ada 6.145 aduan berita yang diterima JSH, sebanyak 4.265 berita di antaranya terklarifikasi sebagai hoaks. Meskipun terdapat penurunan jumlah, masih cukup banyak data maupun informasi yang bersifat hoaks yaitu terdapat 1.887 data maupun informasi dari total 2.717 data yang ditelusuri.

Data tersebut terungkap dalam "Public Expose: Hasil Riset Counter Narrative Melawan Hoaks," yang digelar Diskominfo Jabar bersama Fakultas Ilmu Komunikasi  Universitas Islam Bandung, di Aula Utama Unisba, Rabu (24/8/2022).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Ika Mardiah mengatakan, Jawa Barat merupakan provinsi dengan pengguna internet terbesar nasional. Menurut Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia November 2020 menyebutkan, dari 196,7 juta pengguna internet di Indonesia, Jabar berada di posisi tertinggi dengan jumlah 35,1 juta pengguna. 

Menurut Ika, tantangan terbesar dan terberat pemerintah saat ini meyakinkan masyarakat agar tidak terpengaruh hoaks. Bagaimana menyusun narasi yang dapat menandingi atau membantah sebaran hoaks.

"Dalam counter narrative (narasi tandingan) selalu ada pelaku penceritaan dan kisah-kisah yang konkret. Dalam politik pemerintahan, counter narrative sangat diperlukan," kata Ika.

Menurut Ika, kredibilitas dan karakter pembawa pesan dari kegiatan narasi tandingan sangat berpengaruh dalam narasi yang disusun pemerintah. Ika mengapresiasi Unisba yang meriset efektivitas narasi tandingan yang dilakukan Jabar Saber Hoaks (JSH) dalam menangulangi hoaks.

Dalam risetnya, tim peneliti Unisba fokus pada hubungan narasi tandingan yang diproduksi JSH terhadap respons emosional masyarakat, dilihat dari pesan dan kredibitlitas sumber hoaks. 

"Semoga hasil riset ini senantiasa akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas," ucap Ika.

baca juga

Ketua Jabar Sabar Hoaks Alfianto Yustinova juga mengapresiasi hasil penelitian Tim Riset Unisba.

"Bagi kami (Jabar Saber Hoaks) penelitian ini sangat bermanfaat dalam rangka menguatkan manajemen kinerja kami, khususnya dalam hal pengecekan fakta (fact checking)," kata Alfian.

"Hasil penelitian ini tentunya akan menjadi masukan yang sangat bagus untuk JSH. Agar JSH menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat," imbuhnya.

Kredibilitas JSH 

Ketua Tim Riset Septiawan Santana Kurnia mengatakan bahwa fungsi pers di masyarakat kini tidak lagi seefektif dahulu, di mana media sosial kini dipakai masyarakat untuk mencari beragam informasi.

"Para wartawan kini (hampir) sejajar dengan khalayak pengguna media sosial saat mendistribusikan informasi," ucapnya.

Menurut Septiawan, berbagai penelitian tentang hoaks menunjukkan betapa kuatnya penyebaran hoaks di media sosial, yang dipenuhi berbagai kepentingan, memicu kebencian, atau kehebohan, karena dirancang tanpa mempedulikan etika, dan dirancang sebagai kebohongan.

"Kegiatan counter narrative  diperlukan untuk mengatasi dominasi narasi-narasi hoaks di wacana publik - dalam bentuk ‘master narrative’, 'core story ' , 'master stories ', 'dominant story'_ atau _'antenarrative," jelasnya.

Saat pandemi COVID-19  melanda, banyak yang menganggap pengumuman dari WHO pada Maret 2020 adalah sebagai satu penipuan. "Pemerintah Daerah Jawa Barat harus meyakinkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh hoaks," kata Septiawan.

Septiawan melihat berbagai upaya penanggulangan sudah dilakukan Pemda Provinsi Jabar, di antaranya dengan mengembangkan metode dalam merancang sebuah narasi tandingan, sebagai bentuk praktik kerja yang dilakukan oleh Jabar Saber Hoaks. 

Narasi tandingan ini diproduksi secara berkala dalam memverifikasi suatu isu, rumor, desas-desus yang belum jelas fakta dan dasarnya, khususnya yang merambat di beragam kanal atau saluran media informasi online.

Berdasarkan hasil temuan, kegiatan narasi tandingan membawa muatan informasi yang dikerangka oleh JSH. "Informasinya berisi penjelasan yang meng-counter hoaks berdasarkan berbagai 'keadaan' atau 'apa yang terjadi' yang sebenarnya," jelasnya.

Isi pesan narasi tandingan JSH meliputi berbagai keterangan - seperti waktu penyampaian pesan, panjangnya pesan, dan sebagainya. Selain itu, bersifat visual, real-time dan heterogen, dan memiliki berbagai aspek dan pola distribusi informasi sosial melalui media online. 

"Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa kredibilitas Jabar Saber Hoaks sebagai sumber pesan telah memenuhi kualifikasi safety, qualification, dan dynamism_," pungkas Septiawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Video Tumpukan Uang Dolar di Rumah Ferdy Sambo, Begini Penjelasan Polisi

Viral Video Tumpukan Uang Dolar di Rumah Ferdy Sambo, Begini Penjelasan Polisi

Kalbar | Kamis, 25 Agustus 2022 | 05:25 WIB

Bunker Rp 900 Miliar Hoaks, Ini Temuan Polisi saat Geledah Rumah Ferdy Sambo

Bunker Rp 900 Miliar Hoaks, Ini Temuan Polisi saat Geledah Rumah Ferdy Sambo

Purwokerto | Rabu, 24 Agustus 2022 | 23:00 WIB

Video Tumpukan 900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo Dipastikan Bohong, Ini Kata Polri

Video Tumpukan 900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo Dipastikan Bohong, Ini Kata Polri

Purwasuka | Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:07 WIB

Terkini

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Warga Diminta Pakai Masker N95

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Warga Diminta Pakai Masker N95

News | Rabu, 02 September 2026 | 19:57 WIB

Ada 100 Lebih Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan

Ada 100 Lebih Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan

News | Rabu, 02 September 2026 | 19:57 WIB

Kahitna 40 Tahun: Tiga Hari Lagi Empat Dekade Cinta Bertemu di Satu Panggung

Kahitna 40 Tahun: Tiga Hari Lagi Empat Dekade Cinta Bertemu di Satu Panggung

Entertainment | Rabu, 02 September 2026 | 19:55 WIB

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Penerbangan Langsung Rute ke Bandung

Bandara SSK II Pekanbaru Buka Penerbangan Langsung Rute ke Bandung

Riau | Rabu, 02 September 2026 | 19:52 WIB

Pasar Kripto Mulai Bergairah, Bitcoin Lagi Terbang

Pasar Kripto Mulai Bergairah, Bitcoin Lagi Terbang

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 19:49 WIB

Perusahaan Ikut Berlomba Cari Cuan di Ajang MotoGP Mandalika

Perusahaan Ikut Berlomba Cari Cuan di Ajang MotoGP Mandalika

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 19:44 WIB

Rupiah Melemah Imbas Kembali Memanasnya Timur Tengah

Rupiah Melemah Imbas Kembali Memanasnya Timur Tengah

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 19:41 WIB

Tren Nama Anak Sulit Dieja: Sudahkah Orang Tua Memikirkan Repotnya Kelak?

Tren Nama Anak Sulit Dieja: Sudahkah Orang Tua Memikirkan Repotnya Kelak?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 19:40 WIB

Dekananto Eko Naik Pangkat! Wakapolda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Dua

Dekananto Eko Naik Pangkat! Wakapolda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Dua

News | Rabu, 02 September 2026 | 19:36 WIB

Dewasa Ternyata Melelahkan: Bedah Makna di Balik Lagu 'Masa Mudaku Habis'

Dewasa Ternyata Melelahkan: Bedah Makna di Balik Lagu 'Masa Mudaku Habis'

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 19:35 WIB

×