Usia Produktif Banyak Terpapar HIV-AIDS, Catatan KPA Kota Bandung Sepanjang 1991 - 2021

Tantrum | Suara.com

Sabtu, 03 September 2022 | 15:43 WIB
Usia Produktif Banyak Terpapar HIV-AIDS, Catatan KPA Kota Bandung Sepanjang 1991 - 2021
Ilustrasi HIV. (Gerd Altmann from Pixabay)

TANTRUM - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung mengumumkan kasus HIV-AIDS semakin meningkat dan dominasi oleh usia produktif di Bandung.

Sepanjang tahun 1991 - Desember 2021 tercatat ada sebanyak 12.350 pengidap HIV-AIDS yang melakukan pelayanan kesehatan di Kota Bandung.

Dengan rincian sebanyak 5.943 di antaranya merupakan warga Kota Bandung yang memiliki umur 20-29 tahun.

"Kasus positif HIV-AIDS kategori mahasiswa mencapai 6,97 persen atau 414 kasus. Dimana 664 di antaranya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT)," ujar Ketua KPA Kota Bandung Sis Silvia Dewi, ditulis Sabtu, 3 September 2022.

Pemicu tertinggi yaitu dari hubungan heteroseksual atau perilaku seksual berisiko hampir 40 persen. Berdasarkan pantauan KPA Kota Bandung menyebutkan paparan perilaku seksual berisiko terus mengalami peningkatan.

Tren ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya sebut Silvia, paparan tertinggi HIV-AIDS yaitu akibat menggunakan alat atau jarum suntik yang tidak steril.

“Banyak pengidap HIV-AIDS akibat penggunaan tidak steril jarum suntik. Jumlahnya hampir 40 persen, tetapi sekarang menurun 30, 9 persen,” kata Silvia.

Silvia menjelaskan hampir dipastikan seluruh warga Kota Bandung melakukan hubungan heteroseksual atau perilaku seksual namun berisiko terpapar HIV-AIDS.

Adanya hal itu, sangat mudah sekali warga Kota Bandung berpeluang terpapar HIV-AIDS.

"Pemeriksaan HIV penting agar tidak menular ke orang lain, apalagi ke pasangan hidup. Dengan memeriksakan diri, maka paparan HIV akan berhenti di pengidap saja," kata Silvia.

Angka paparan melalui hubungan heteroseksual tersebut tiap tahun mengalami kenaikan. Pasalnya masih banyak warga yang kurang menyadari pentingnya datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksa HIV. 

Silvia menerangkan tidak adanya gejala awal yang dirasakan oleh pengidap HIV menjadi faktor lain pengidap beresiko menularkan kembali kepada orang lain atau bahkan pasangannya.

“Yang jadi sedih itu kan HIV-AIDS itu kan terutama HIV-nya enggak ada gejala tuh, jadi banyaknya orang yang kena HIV tidak tahu kalau dia kena HIV. Akhirnya orang yang tertular ga sadar kalau ada ibu rumah tangga tertular lalu hamil akhirnya punya anak yang positif," ungkap Silvia.

Agar tidak terus meluas paparan penyakit infeksi menular khusus ini, KPA Kota Bandung tengah berupaya mengedukasi warga dengan adanya kampanye 3 Zero.

Kampanye 3 Zero itu adalah pada tahun 2030 tidak ada kasus baru HIV-AIDS, tidak ada pengidap yang meninggal dan tidak ada lagi stigma negatif atau diskriminasi terhadap pengidap.

"Intinya ada warga yang ikut mengedukasi masyarakat tahu cara penularannya dan pencegahannya. Karena HIV nggak ada gejala ya," tukas Silvia.

Berikut data penyebaran HIV-AIDS di Kota Bandung periode 1991 - Desember 2021 dari 5.943 pengidap HIV-AIDS dengan KTP Kota Bandung:

- Swasta: 31.01 persen

- Wiraswasta: 15.32 persen

- Tidak bekerja: 12.44 persen

- Ibu rumah tangga: 11.18 persen

- Lain-lain: 9.45 persen

- Mahasiswa: 6.96 persen

- Tidak diketahui: 6.49 persen

- Pekerja sex: 2.53 persen

- PNS 1.99 persen

- Tenaga medis: 0.56 persen

- Napi: 0.50 persen

- Sopir: 0.46 persen

- TNI Polri: 0.43 persen

- Buruh kasar: 0 persen


Data penyebaran HIV-AIDS di Kota Bandung hingga Desember 2021 berdasarkan umur dari 5.943 pengidap HIV-AIDS dengan KTP Kota Bandung:


- 0-14 tahun: 2,76 persen

- 15-19 tahun: 2.09 persen

- 20-29 tahun: 44.84 persen

- 30-39 tahun: 34.16 persen

- 40-49 tahun: 10.17 persen

- 50 tahun ke atas: 4.21 persen

- Tidak diketahui: 1.78 persen

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenaikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Bisa Ganggu Pertumbuhan Ekonomi, Pemkot Bandung Siapkan Hal ini

Kenaikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Bisa Ganggu Pertumbuhan Ekonomi, Pemkot Bandung Siapkan Hal ini

Jabar | Sabtu, 03 September 2022 | 11:07 WIB

Poligami Jadi Solusi Pencegahan HIV, Atalia Kamil Geram: Sebagai Ibu-ibu, Saya 100 Persen Tidak Setuju!

Poligami Jadi Solusi Pencegahan HIV, Atalia Kamil Geram: Sebagai Ibu-ibu, Saya 100 Persen Tidak Setuju!

Jabar | Jum'at, 02 September 2022 | 18:43 WIB

Belasan Siswa Sekolah Dasar Positif HIV/AIDS, Mayoritas dari Keluarga Tak Mampu

Belasan Siswa Sekolah Dasar Positif HIV/AIDS, Mayoritas dari Keluarga Tak Mampu

Jabar | Jum'at, 02 September 2022 | 14:34 WIB

Terkini

5 HP Xiaomi 5G di Bawah Rp4 Juta April 2026, Performa Kencang Tanpa Lemot

5 HP Xiaomi 5G di Bawah Rp4 Juta April 2026, Performa Kencang Tanpa Lemot

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 14:15 WIB

5 Mobil Keluarga Bekas Pengganti Avanza, Hemat dan Tangguh Dipakai Harian

5 Mobil Keluarga Bekas Pengganti Avanza, Hemat dan Tangguh Dipakai Harian

Riau | Senin, 13 April 2026 | 14:13 WIB

5 Mobil Keluarga Nyaman Anti Limbung Tak Bikin Mabuk Darat, Mulai 80 Juta dari Honda hingga Hyundai

5 Mobil Keluarga Nyaman Anti Limbung Tak Bikin Mabuk Darat, Mulai 80 Juta dari Honda hingga Hyundai

Otomotif | Senin, 13 April 2026 | 14:11 WIB

Filosofi Ikan Belido dalam Budaya Palembang: Simbol Kebanggaan di Balik Pempek

Filosofi Ikan Belido dalam Budaya Palembang: Simbol Kebanggaan di Balik Pempek

Sumsel | Senin, 13 April 2026 | 14:10 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Cowok Terbaik 2026, Lindungi Wajah dari Kusam dan Penuaan

5 Rekomendasi Sunscreen Cowok Terbaik 2026, Lindungi Wajah dari Kusam dan Penuaan

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 14:10 WIB

Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing

Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing

News | Senin, 13 April 2026 | 14:09 WIB

Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul

Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul

News | Senin, 13 April 2026 | 14:08 WIB

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:06 WIB

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

News | Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB