tantrum

Doa dan Adab Berhias dalam Islam

Tantrum Suara.Com
Minggu, 04 September 2022 | 05:55 WIB
Doa dan Adab Berhias dalam Islam
Ilustrasi alat berdandan. (kinkates from Pixabay)

Artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shlat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS Al-Ahzab: 33)

Artinya, pakaian atau perhiasan yang dipakai tidak berlebihan, apalagi ditambah dengan dandanan wajah yang sangat mencolok mata.

Selain itu, memperhatikan pakaian juga harus dilakukan. Jangan sampai termasuk dalam pakaian yang disebut oleh Rasulullah SAW dengan ‘berpakain tapi telanjang’.

Yakni pakaian transparan yang tembus pandang sehingga nampak jelas warna kulit dan lekuk tubuh terutama untuk perempuan. Hal ini akan mengundang kejahatan serta memancing hawa nafsu.

3. Bersyukur

Dengan bercermin, seseorang dapat melihat apa yang tampak di cermin. Misalnya kondisi badannya secara keseluruhan, hingga bentuk rupanya.

Melalui bayangan dalam cermin, umat Islam dapat memetik hikmah bahwa Allah SWT telah menciptakan seseorang dalam kondisi yang terbaik dan harus disyukuri.

Seseorang yang menghadapkan wajahnya ke depan cermin untuk berhias, haruslah diniatkan untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT yang telah memberi pakaian dan perhiasan serta kesempurnaan wajah.

Di samping itu, setiap hendak berhias, awali dengan doa agar terhindar dari ketercelaan akhlak. Sebab, setiap perbuatan yang dilandasi dengan perasaan syukur kepada Allah SWT, akan menghindarkan diri dari keburukan moral dan akhlak.

Baca Juga: Harga BBM Subsidi Naik, Vivo Malah Turun Segini

Demikian juga dalam hal bercermin untuk berhias, sebab sedikit saja salah niat, maka apa yang tadinya bisa jadi amal, justru akan menjadi laknat baginya.

4. Tetap Rendah Hati

Keutamaan rendah hati atau tawadhu dalam Islam dapat menghindarkan seseorang untuk berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain, seperti merundung orang lain dan lain sebagainya.

Memiliki tubuh dan rupa yang menawan harus diimbangi dengan rasa syukur yang besar sehingga yang akan tumbuh adalah sikap rendah hati dan bukan sebaliknya.

Dari Iyadh bin Himar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, Allah mewahyukan kepadaku agar kalian tawadhu’ (rendah hati), sampai seseorang tidak membanggakan diri kepada orang lain dan seseorang tidak sewenang-wenang kepada orang lain.” (HR. Muslim)

5. Jangan Sombong

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI