TANTRUM - Indonesia saat ini menjadi pengirim jemaah haji dan umrah terbesar setiap tahunnya ke Arab Saudi. Besarnya potensi ini bisa dimanfaatkan sebagai bisnis produk pangan dari tanah air.
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan menginginkan produk pangan asal Indonesia dapat membanjiri Arab Saudi. Saat ini produk pangan negara tersebut didominasi bukan dari Indonesia.
"Bayangkan kita kirim 200 ribu lebih jamaah haji, kita kirim jamaah umrah mungkin jutaan jumlahnya per tahun, itu nilai makan saja triliunan yang haji, apalagi kalau sama umrah, banyak sekali," katanya.
Ia menegaskan, selama ini telur, ayam, bumbu-bumbu, ikan, sayuran, dan buah dari Vietnam dan Thailand.
"Uangnya uang kita, yang makan orang kita, masa dari tempat lain karena alasannya kita belum ada perjanjian dagang," katanya.
Ia berjanji perjanjian dagang ini akan selesaikan dengan cepat agar produk-produk kita bisa masuk ke Arab Saudi untuk memenuhi permintaan, paling tidak haji, umrah, tentu dengan masyarakat Arab Saudu.
Arab Saudi diharapkan bisa menjadi penghubung masuknya produk pangan Indonesia ke kawasan sekitar Timur Tengah.
"Syukur-syukur nanti Arab Saudi jadi hub kita untuk ke Afrika, Eropa Timur, Asia Tengah, dan lain-lain," papar Mendag.
Saat ini perjanjian kerja sama dagang kedua negara masih dalam proses penyelesaian. Rencananya, Mendag Saudi Arabia akan datang ke Indonesia pada 20 September 2022.
Baca Juga: Buka Peluang Polwan Jadi Kapolda, DPR Sebut Langkah Revolusioner Ubah Stigma Polri
"Saya datang kemari, kita ingin agar produk-produk dari Indonesia bisa masuk ke Arab Saudi. Saya akan jumpa dengan Mendag Saudi di Jakarta, akhir bulan ini,” ujar Zulkifli.
Kepala ITPC Jeddah M Rivai Abbas berharap kunjungan Mendag RI dapat menjadi momentum ke arah dimulainya pembahasan perjanjian dagang antara Indonesia dan Arab Saudi.
Kunjungan Mendag dapat menjadi tanda keseriusan Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Arab Saudi.