Menanggapi hal itu, situs berita J-cast menegaskan bahwa budaya pop Korea Selatan mulai masuk negara ini sejak 15 tahun lalu saat drama Winter Sonata tayang, dan girl group serta boy group seperti Girls Generation, KARA, dan TVXQ ikut membantu menyebarkan genre musik K-pop yang akhirnya banyak disukai oleh para remaja.
K-pop, K-drama dan hiburan - hiburan lainnya dari Korea Selatan mendapat peran untuk menyebarkan kultur mereka.
Jepang sendiri sudah menyebar dan mengenalkan budayanya di dunia, melalui anime seperti Pokemon, Yu Gi Oh, Dragon Ball Z, Naruto, film-film garapan Studio Ghibi, dan masih banyak lagi.
Setelah anime mulai dikenal di dunia, orang-orang pun mulai menyukai J-pop, yang menjadi semakin populer di akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
Namun, pada pertengahan 2000-an penggemar musik mancanegara mulai beralih ke K-pop, dan hingga saat ini, banyak grup K-pop memulai debutnya di luar Korea Selatan dan disukai oleh orang asing.
Kembali lagi, tak dapat dipungkiri, popularitas global K-pop bisa jadi karena faktor YouTube yang dapat diakses dengan mudah oleh orang-orang di seluruh dunia.
Jadi, tak salah jika J-Pop disebut jago kandang, meski begitu baik J-Pop maupun K-pop tetap memiliki ciri khas masing-masing.
Image kawaii atau imut tetapi tetap seksi masih menjadi daya tarik di Jepang dan disukai oleh sebagian penggemar musik mancanegara.
Seperti halnya idol group AKB48, Babymetal, dan penyanyi solo Kyary Pamyu Pamyu, mereka semua berbeda secara musik dan konsep, tetapi sama-sama tetap mempertahankan image kawaii-nya.
Baca Juga: Pesona Personel BLACKPINK dalam Poster Single Shut Down