Ketika digunakan dengan benar, jenis alat kontrasepsi lateks secara efektif mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual, atau IMS.
Namun, beberapa orang tidak dapat menggunakan alat kontrasepsi berbahan lateks karena mereka alergi terhadap karet, sehingga dapat menyebabkan kulit gatal dan ruam.
2. Kondom Berpelumas
Pelumas dalah lapisan tipis cairan pada kondom. Cairan ini dapat mencegah rasa sakit dan iritasi saat berhubungan seks, serta dapat membantu menjaga alat kontrasepsi ini agar tidak rusak.
Jika Anda membeli yang belum memiliki pelumas, Anda dapat menambahkan pelumas untuk membuat seks lebih nyaman. Pastikan menggunakan produk berbasis air agar tidak merusak kondom, ya.
3. Kondom Ultra Thin
Jenis kondom ultra-thin terbuat dari lateks yang lebih tipis untuk memungkinkan lebih banyak sensasi selama aktivitas seksual.
Jenis alat kontrasepsi ini tidak mungkin pecah dan sama efektifnya untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan IMS seperti kondom standar.
Seperti lainnya, alat kontrasepsi ini tersedia dengan dan tanpa pelumas, serta memiliki bentuk yang bervariasi, seperti berdinding lurus dan melebar.
Namun, umumnya pria lebih memilih kondom yang lebih tebal agar hubungan intim berlangsung lebih lama. Ini kembali ke preferensi masing-masing ya.
4. Kondom Berlapis Spermisida
Spermisida adalah bahan kimia yang disebut nonoxynol-9, yang membunuh sperma. Beberapa jenis alat kontrasepsi ini ini dijual dilapisi dengan itu.
Alat kontrasepsi dengan spermisida dapat menurunkan risiko kehamilan, tetapi jumlah spermisida yang disertakan dengan kondom mungkin tidak cukup untuk membuat resiko hilang sepenuhnya.
Tetap perhatikan perubahan pada area vagina ya, karena nonoxynol-9 bisa menyebabkan iritasi bagi sebagian orang.
5. Kondom Polyisoprene