Punya Daerah Penghasil Aspal , Indonesia Masih Bergantung Impor dari Singapura

Tantrum

Selasa, 27 September 2022 | 15:42 WIB
Punya Daerah Penghasil Aspal , Indonesia Masih Bergantung Impor dari Singapura
Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel. (Dok: DPR)

TANTRUM - Indonesia memiliki deposit aspal alam yang sangat besar, namun pada 2017 Indonesia menjadi importir aspal ke-10 di dunia senilai 371 juta dolar AS. Sedangkan pada 2018 nilai impor aspal mencapai 460 juta dolar AS, lalu pada 2019 melejit menjadi 550 juta dolar AS atau menjadi importir terbesar ke-5 di dunia. Kebutuhan aspal Indonesia 1,22 juta ton pada 2018 dan 1,31 juta ton pada 2019.

Adapun aspal impor itu berasal dari jenis aspal minyak yaitu aspal dari residu pengilangan minyak yang memenuhi 77,39 persen pada 2018 dan 85,26 persen pada 2019. Impor terbesar dilakukan dari Singapura, negeri yang tidak memiliki sumberdaya alam. Penggunaan aspal Buton, disebut asbuton hanya sekitar 0,3 persen saja. Sisanya dipenuhi oleh aspal minyak produksi Pertamina.

Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Indonesia hanya perlu memperkuat inovasi, riset, dan teknologi, untuk mengolahnya. Sedangkan teknologi aspal minyak, katanya, Indonesia tinggal menggunakannya saja karena sudah ditemukan negara lain.

"Yang punya aspal alam kan cuma kita dan Trinidad, ya kita yang harus melakukan riset sendiri," kata Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel dalam keterangannya, Selasa, 27 September 2022.

Gobel berpendapat melalui inovasi dan riset pasti akan ditemukan cara untuk meningkatkan kualitas asbuton.

“Misalnya dicampur dengan bahan lain seperti karet,” katanya.

Sebagai perbandingan, ia menyatakan asbuton digunakan China untuk membangun jalan tol, jalan di kota Shanghai, jalan di Anhui, serta jembatan yang membelah laut di Jiangsu.

“Tentu mereka sudah mengkalkulasi kualitasnya dan pasti sudah dilakukan inovasi. Sehingga tak ada alasan bahwa asbuton hanya untuk jalan lingkungan dengan tekanan di bawah 10 ton,” katanya.

Gobel memuji kesungguhan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang mendorong penggunaan asbuton untuk pembangunan maupun preservasi, antara lain melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 18 Tahun 2018 dan Surat Edaran Menteri PUPR 30 Desember 2020.

baca juga

Selain itu pemerintah juga memiliki sejumlah peraturan tentang penggunaan produk dalam negeri maupun Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Jadi dari sisi regulasi sudah mencukupi, tinggal bagaimana melaksanakannya. Dan kita mengapresiasi atas tekad dan semangat Menteri PUPR untuk mewujudkannya," kata Rachmat Gobel.

Ia menegaskan, tingginya ketergantungan terhadap aspal impor dan bahan baku impor dinilai sangat merugikan.

"Selain menguras devisa, karena sebagian besar anggaran pembelian aspal untuk infrastruktur lari ke luar negeri, juga berarti sekitar 70-85 persen dari anggaran pembelian aspal dinikmati oleh asing,” katanya.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel menyatakan Indonesia harus memiliki target khusus untuk berswasembada aspal.

“Kita sudah dianugerahi kekayaan alam aspal tapi malah disia-siakan. Kita justru jadi salah satu importir aspal terbesar di dunia,” kata Gobel lewat keterangannya di Jakarta, Selasa. Hal tersebut disampaikan Gobel usai melakukan perjalanan ke Sulawesi Tenggara dan berbincang dengan Gubernur Sultra Ali Mazi.

Gobel menyampaikan Buton sebagai salah satu pulau di provinsi tersebut memiliki cadangan aspal yang sangat besar, di mana potensinya sekitar 663 juta ton dan setelah dimurnikan bisa menghasilkan sekitar 150 juta ton. Cadangan aspal tersebut dinilai cukup untuk berswasembada hingga 125 tahun.

Menurutnya, hanya ada sedikit negara yang memiliki kekayaan alam aspal di dunia, salah satunya yakni Trinidad di Amerika Selatan.

Gobel menyampaikan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dikira Kangkung, Sekeluarga Santap Mi Kuah Mengandung Ganja saat Kulineran di Thailand

Dikira Kangkung, Sekeluarga Santap Mi Kuah Mengandung Ganja saat Kulineran di Thailand

Riau | Selasa, 27 September 2022 | 09:07 WIB

Bertolak ke Sulawesi Tenggara, Ini Jadwal Rangkaian Jokowi

Bertolak ke Sulawesi Tenggara, Ini Jadwal Rangkaian Jokowi

Tantrum | Selasa, 27 September 2022 | 07:47 WIB

Sale Pisang dari Garut Siap Manjakan Lidah Warga Malaysia

Sale Pisang dari Garut Siap Manjakan Lidah Warga Malaysia

Jabar | Selasa, 27 September 2022 | 05:00 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×