Sementara satu mobil lainnya rusak parah dengan kaca pecah dan dalam posisi miring di bagian selatan tribun VIP.
Jumlah petugas keamanan tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC. Petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan. Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernapas.
Dampak dari kerusuhan ini sejumlah orang dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, termasuk dua petugas kepolisian.