3. Sering Kembung
Kelebihan karbohidrat bisa membuat tubuh menahan cairan dan menimbulkan kembung. Terdapat banyak jenis karbohidrat, khususnya dari makanan olahan, buah, dan sayur yang bisa mengakibatkan banyak gas di dalam perut dan menyebabkan kembung.
4. Menimbulkan Efek Ketergantungan
Mengonsumsi karbohidrat juga bisa menimbulkan efek ketergantungan. Akibatnya, seseorang jadi sulit mengontrol asupan makanan dan terus-menerus merasa lapar.
5. Mudah Merasakan Lapar
Vanda Sheth, RDN, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics mengatakan bahwa mengonsumsi karbohidrat berlebih bisa membuatmu lebih sering makan dan merasa lapar, terutama jika yang dikonsumsi adalah karbohidrat olahan.
Karbohidrat olahan tidak memberikan serat, lemak sehat, dan protein yang cukup. Akibatnya, kamu akan merasakan lapar terus-menerus dan makan lebih banyak.
Karbohidrat yang mengandung tepung, seperti pada keripik, pasta, dan roti, akan dipecah oleh air liur menjadi gula sederhana. Bakteri di dalam mulut akan memakan gula atau glukosa tersebut dan menghasilkan asam yang menyebabkan gigi berlubang.
7. Berpikir Lebih Lambat
Karbohidrat memang bisa membantu kinerja otak. Namun, kelebihan jumlah konsumsi karbohidrat malah bisa menjadi bumerang.
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula memiliki risiko menurunnya fungsi kognitif yang mengakibatkan otak jadi lebih lambat berpikir.
8. Munculnya Jerawat
Sebuah studi menunjukkan, remaja yang mengonsumsi makanan manis, terutama karbohidrat olahan dengan tambahan gula, susu, dan lemak jenuh, banyak memicu timbulnya jerawat di wajah.
Sebanyak 52 persen remaja dalam penelitian tersebut mengeluhkan jerawat sedang hingga berat, akibat konsumsi berlebih dari pemanis buatan, susu, dan karbohidrat.
9. Mudah Cemas
Psikolog David Sack mengungkapkan, akibat kelebihan karbohidrat bisa membuat suasana hati kurang baik.
Jumlah konsumsi gula dan karbohidrat berlebih bisa membuat seseorang menjadi mudah cemas dan depresi. Umumnya, kondisi ini juga diikuti dengan naiknya kadar gula darah dan kesulitan mengontrol emosi.
10. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Kelebihan berat badan atau obesitas akibat kelebihan karbohidrat bisa menjadi faktor seseorang terkena diabetes tipe 2.
Karbohidrat dan konsumsi gula tinggi berkepanjangan bisa mendorong resistensi terhadap insulin. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan menyebabkan terjadinya diabetes.
11. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Jantung
Menurut data National Health Institute tahun 2013, diet tinggi gula bisa meningkatkan risiko penyakit, termasuk penyakit jantung.
Selain itu, akibat kelebihan karbohidrat dan terlalu banyak mengonsumsi gula juga bisa menyebabkan penyakit aterosklerosis.
Penyakit tersebut ditandai dengan penumpukan lemak yang menyumbat arteri, sehingga menimbulkan risiko penyakit jantung.
Gejala Akibat Kelebihan Karbohidrat
Pada dasarnya, kebutuhan karbohidrat seseorang tergantung pada usia, tingkat aktivitas, dan metabolisme. Terlepas dari berapa jumlah karbohidrat yang tepat, jenis karbohidrat yang dimakan adalah sama pada setiap orang.
Menurut keterangan ahli gizi Amy Gorin, MS, RDN, karbohidrat terbaik untuk tubuh adalah jenis karbohidrat utuh.
Untuk konsumsi kalori dari gula tambahan sebaiknya dibatasi hingga 10 persen dari total kalori harian, demi menjaga tubuh tetap fit dan terhindar dari penyakit. Dokter Devia Irine Putri juga menjelaskan, gejala akibat kelebihan karbohidrat.
"Gejala akibat kelebihan karbohidrat yang perlu diwaspadai adalah berat badan yang mudah naik, mudah lelah, sering mengalami begah dan kembung, dan mengalami masalah gigi," ujarnya.
Berikut beberapa gejala akibat kelebihan karbohidrat yang perlu kamu perhatikan, seperti:
- Penambahan berat badan yang signifikan
- Kurang bertenaga
- Naiknya kadar gula dalam darah
- Kulit kering dan berjerawat
- Perut terasa kembung
- Naiknya kolesterol
- Gigi berlubang
- Kesulitan berkonsentrasi
source: Klik Dokter