tantrum

Tubuh Kelebihan Karbohidrat? Ini Dampak Negatifnya

Tantrum Suara.Com
Senin, 03 Oktober 2022 | 09:09 WIB
Tubuh Kelebihan Karbohidrat? Ini Dampak Negatifnya
Ilustrasi karbohidrat olahan. (Elements Envato)

TANTRUM - Karbohidrat adalah salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Namun, akibat kelebihan karbohidrat malah bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama pada tubuh dan dijadikan bahan bakar untuk beberapa organ vital seperti ginjal, saraf pusat, dan otak. Karbohidrat kompleks, jenis yang lebih sehat, diperlukan tubuh agar bisa bekerja secara optimal. 

Menurut dr. Devia Irine Putri di dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi bentuk energi sederhana yang disebut glukosa. Kemudian, tubuh menggunakan insulin untuk membawa glukosa ke dalam sel. 

Ketika terlalu banyak karbohidrat yang dikonsumsi, kadar gula darah melonjak, insulin meningkat, dan akibatnya berat badan akan bertambah. 

Lalu, apa saja akibat kelebihan karbohidrat untuk kesehatan dan apa saja gejalanya jika kamu kelebihan karbohidrat? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut. 

Dampak Kelebihan Karbohidrat 

Mengutip data dari Food and Drug Administration (FDA), dalam sehari karbohidrat membentuk 45-65 persen dari total kalori harian. Dalam kondisi yang normal, karbohidrat disarankan hingga setengah total kalori. 

Jika asupan 2.000 kalori per hari, maka porsi karbohidrat yang dikonsumsi sebanyak 225-325 gram, setara dengan satu centong nasi penuh atau tiga potong roti. 

Sebaiknya tidak berlebihan dalam mengonsumsi karbohidrat, karena akan membawa dampak tidak baik untuk kesehatan.

Baca Juga: Radot Valentino Sudah Tak Punya Hasrat Komentari Liga 1

Berikut beberapa dampak kelebihan karbohidrat yang perlu kamu ketahui: 

1. Mudah Lelah 

Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat bisa membuat tubuh menjadi mudah lelah karena naiknya gula darah. Jika kamu makan siang dengan jumlah karbohidrat berlebihan, dampaknya bisa membuat sulit tidur pada malam hari. Hal ini akan berpengaruh pada produktivitas keesokan harinya dan membuat tubuh mudah lelah. 

2. Bertambahnya Berat Badan 

Kebiasaan mengonsumsi karbohidrat berlebih tidak hanya dari makanan berat atau makanan utama, tapi bisa juga dari makanan ringan, misalnya keripik, makanan cepat saji, pizza, minuman manis, dan biskuit. 

Orang yang mengonsumsi karbohidrat berlebih akan mengalami kenaikan insulin dan membawa dampak negatif pada tubuh, misalnya berat badan menjadi naik. 

3. Sering Kembung 

Kelebihan karbohidrat bisa membuat tubuh menahan cairan dan menimbulkan kembung. Terdapat banyak jenis karbohidrat, khususnya dari makanan olahan, buah, dan sayur yang bisa mengakibatkan banyak gas di dalam perut dan menyebabkan kembung. 

4. Menimbulkan Efek Ketergantungan 

Mengonsumsi karbohidrat juga bisa menimbulkan efek ketergantungan. Akibatnya, seseorang jadi sulit mengontrol asupan makanan dan terus-menerus merasa lapar. 

5. Mudah Merasakan Lapar 

Vanda Sheth, RDN, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics mengatakan bahwa mengonsumsi karbohidrat berlebih bisa membuatmu lebih sering makan dan merasa lapar, terutama jika yang dikonsumsi adalah karbohidrat olahan. 

Karbohidrat olahan tidak memberikan serat, lemak sehat, dan protein yang cukup. Akibatnya, kamu akan merasakan lapar terus-menerus dan makan lebih banyak. 

6. Gigi Berlubang 

Karbohidrat yang mengandung tepung, seperti pada keripik, pasta, dan roti, akan dipecah oleh air liur menjadi gula sederhana. Bakteri di dalam mulut akan memakan gula atau glukosa tersebut dan menghasilkan asam yang menyebabkan gigi berlubang. 

7. Berpikir Lebih Lambat 

Karbohidrat memang bisa membantu kinerja otak. Namun, kelebihan jumlah konsumsi karbohidrat malah bisa menjadi bumerang. 

Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula memiliki risiko menurunnya fungsi kognitif yang mengakibatkan otak jadi lebih lambat berpikir. 

8. Munculnya Jerawat

Sebuah studi menunjukkan, remaja yang mengonsumsi makanan manis, terutama karbohidrat olahan dengan tambahan gula, susu, dan lemak jenuh, banyak memicu timbulnya jerawat di wajah. 

Sebanyak 52 persen remaja dalam penelitian tersebut mengeluhkan jerawat sedang hingga berat, akibat konsumsi berlebih dari pemanis buatan, susu, dan karbohidrat. 

9. Mudah Cemas 

Psikolog David Sack mengungkapkan, akibat kelebihan karbohidrat bisa membuat suasana hati kurang baik. 

Jumlah konsumsi gula dan karbohidrat berlebih bisa membuat seseorang menjadi mudah cemas dan depresi. Umumnya, kondisi ini juga diikuti dengan naiknya kadar gula darah dan kesulitan mengontrol emosi. 

10. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2 

Kelebihan berat badan atau obesitas akibat kelebihan karbohidrat bisa menjadi faktor seseorang terkena diabetes tipe 2. 

Karbohidrat dan konsumsi gula tinggi berkepanjangan bisa mendorong resistensi terhadap insulin. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan menyebabkan terjadinya diabetes.

11. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Jantung  

Menurut data National Health Institute tahun 2013, diet tinggi gula bisa meningkatkan risiko penyakit, termasuk penyakit jantung.

Selain itu, akibat kelebihan karbohidrat dan terlalu banyak mengonsumsi gula juga bisa menyebabkan penyakit aterosklerosis. 

Penyakit tersebut ditandai dengan penumpukan lemak yang menyumbat arteri, sehingga menimbulkan risiko penyakit jantung. 

Gejala Akibat Kelebihan Karbohidrat 

Pada dasarnya, kebutuhan karbohidrat seseorang tergantung pada usia, tingkat aktivitas, dan metabolisme. Terlepas dari berapa jumlah karbohidrat yang tepat, jenis karbohidrat yang dimakan adalah sama pada setiap orang.

Menurut keterangan ahli gizi Amy Gorin, MS, RDN, karbohidrat terbaik untuk tubuh adalah jenis karbohidrat utuh. 

Untuk konsumsi kalori dari gula tambahan sebaiknya dibatasi hingga 10 persen dari total kalori harian, demi menjaga tubuh tetap fit dan terhindar dari penyakit. Dokter Devia Irine Putri juga menjelaskan, gejala akibat kelebihan karbohidrat. 

"Gejala akibat kelebihan karbohidrat yang perlu diwaspadai adalah berat badan yang mudah naik, mudah lelah, sering mengalami begah dan kembung, dan mengalami masalah gigi," ujarnya.

Berikut beberapa gejala akibat kelebihan karbohidrat yang perlu kamu perhatikan, seperti: 

- Penambahan berat badan yang signifikan
- Kurang bertenaga
- Naiknya kadar gula dalam darah
- Kulit kering dan berjerawat
- Perut terasa kembung
- Naiknya kolesterol
- Gigi berlubang
- Kesulitan berkonsentrasi


source: Klik Dokter

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI