Perempuan Memilih AMDK Galon Bebas BPA

Tantrum

Selasa, 11 April 2023 | 11:35 WIB
Perempuan Memilih AMDK Galon Bebas BPA
Ilustrasi minum air putih (suara.com)

TANTRUM - Cukup menggembirakan menyaksikan peningkatan kesadaran kaum ibu di Indonesia untuk memilih air minum dalam kemasan (AMDK) galon yang bebas bahan kimia Bisphenol A (BPA) belakangan ini. Alasan utama di balik tren ini adalah demi melindungi kesehatan kaum perempuan dan anak-anak.

Kesadaran ini berdampak pada peningkatan permintaan akan produk kemasan makanan dan minuman yang sehat dan aman dikonsumsi. Tak hanya di Indonesia,  tingginya minat pada produk bebas BPA ini bahkan sudah berjalan lebih dari satu dekade lalu di negara-negara maju.

Tak heran bila sebuah perusahaan riset pasar Allied Market Research pada akhir tahun lalu, memproyeksikan pasar global untuk kemasan plastik bebas BPA bisa mencapai USD299,6 miliar pada 2031, dengan pertumbuhan compound annual growth rate (CAGR) atau tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 5% dari 2022 ke 2031. 

Di sinilah kaum perempuan berperan penting. “Ketika semakin banyak wanita yang menyadari potensi risiko kesehatan akibat BPA, mereka semakin mencari produk yang lebih aman untuk diri dan keluarga mereka," kata Jonathan Cohn, CEO dari The Healthy Human, seperti dikutip CNBC.com. "Tren ini menciptakan peluang besar bagi startup yang menciptakan produk inovatif dan lebih aman untuk konsumen.” 

Semakin meningkatnya kesadaran perempuan akan bahaya BPA akan mendorong peningkatan permintaan akan produk kemasan yang bebas BPA. Hal ini merupakan peluang bagi perusahaan startup untuk mengembangkan produk alternatif yang lebih aman bagi kesehatan.

Kebanyakan perempuan yang memilih produk kemasan bebas BPA adalah mereka yang sudah memiliki anak atau yang sedang hamil. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan anak dan keluarga merupakan hal yang penting bagi perempuan. 

Menurut catatan CNBC, beberapa perusahaan besar seperti Nestle, Coca-Cola, dan PepsiCo sudah mengganti penggunaan BPA dalam produk kemasan mereka dengan bahan yang lebih aman bagi kesehatan. 

Pertumbuhan pasar untuk produk kemasan AMDK bebas BPA ini akan terus didorong oleh peningkatan kesadaran konsumen terhadap potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan BPA. 

Sektor makanan dan minuman adalah kontributor terbesar dalam pertumbuhan pasar produk kemasan bebas BPA, terutama karena mereka harus memenuhi persyaratan regulasi yang ketat terkait keselamatan makanan. 

baca juga

“Wilayah Asia Pasifik diprediksi menjadi pasar terbesar untuk produk kemasan bebas BPA di masa depan, terutama karena adanya peningkatan pendapatan dan kesadaran konsumen yang lebih besar di kawasan tersebut,” demikian paparan CNBC.

Jejak perdebatan penting di AS untuk lebih peduli pada kesehatan kaum perempuan, didokumentasikan oleh the Huffington Post (HuffPost) dalam laporannya pada 2016, yang menekankan pentingnya memprioritaskan kesehatan perempuan dalam perdebatan tentang menolak atau memilih produk-produk bebas BPA.

HuffPost mengutip para ahli kesehatan di AS dan praktisi yang memperingatkan tentang bahaya paparan BPA terhadap kesehatan perempuan. Menurut para ahli kesehatan, BPA dapat mengganggu hormon dalam tubuh perempuan dan menyebabkan masalah reproduksi, seperti infertilitas, endometriosis, dan kanker payudara

Mereka juga membahas tentang pentingnya memilih produk kemasan yang bebas BPA untuk kesehatan perempuan, terutama produk-produk yang digunakan secara teratur, seperti botol minum, kotak makan siang, dan wadah penyimpanan makanan.

“Pilihan untuk memilih produk kemasan yang bebas BPA seharusnya menjadi hak konsumen, dan pemerintah harus bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan mengatur penggunaan BPA,” demikian paparan media online berpengaruh di AS tersebut.

Secara keseluruhan, HuffPost menekankan pentingnya mempertimbangkan kesehatan perempuan dalam perdebatan tentang produk kemasan bebas BPA, dan mendesak pemerintah dan produsen untuk bertanggung jawab dalam memastikan keselamatan konsumen. 

“Kami percaya bahwa semua orang layak mendapatkan akses makanan sehat yang terjangkau, namun kami juga percaya bahwa semua orang layak untuk dapat membuat pilihan  berdasarkan informasi tentang makanan yang mereka makan dan produk yang mereka gunakan" kata Anna Lappé, pendiri Real Food Media.

Sejauh ini, beberapa negara  telah mengatur atau mengawasi penggunaan BPA dalam produk konsumen, termasuk air minum dalam kemasan. Beberapa contoh negara yang telah mengambil tindakan terkait BPA antara lain Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, Malaysia dan China.

Sebagai contoh, pada  2012, Kanada secara resmi melarang penggunaan BPA dalam botol bayi, dan pada  2018, larangan ini diperluas untuk produk-produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Di Amerika Serikat, FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan) melarang penggunaan kemasan mengandung BPA dalam botol bayi dan susu formula pada 2012. Uni Eropa juga telah melarang penggunaan BPA dalam botol bayi dan beberapa produk kemasan makanan dan minuman pada  2011. 

Untuk Indonesia, situasinya belum terlambat dan masih bisa diperbaiki dengan campur tangan pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Larangan Truk Tiga Sumbu, Masyarakat Khawatir Air Galon Langka

Ada Larangan Truk Tiga Sumbu, Masyarakat Khawatir Air Galon Langka

Bisnis | Senin, 10 April 2023 | 15:51 WIB

4 Alasan Sederhana Perempuan Menyukai Bunga yang Wajib Kamu Ketahui

4 Alasan Sederhana Perempuan Menyukai Bunga yang Wajib Kamu Ketahui

Your Say | Minggu, 09 April 2023 | 13:41 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×