Kasus pidana Kopi Sianida kembali menjadi perhatian publik setelah peristiwa tersebut diangkat menjadi film dokumenter Netflix.
Film yang berjudul Ice Cold Murder, Coffe dan Jessica Wongso membuat publik kembali terpecah belah, ada yang meyakini jika Jessica Wongso sebagai pembunuh, namun ada juga kelompok yang tidak yakin Mirna sebagai pelaku pembunuhannya.
Hal ini pula membuat ibu Jessica Wongso, Imelda Susanto kembali bersuara. Di kanal Youtube intens investigasi diketahui Imelda mengungkapkan kecurigaannya penyebab Mirna meninggal.
Imelda menyakini jika anaknya bukan pembunuh Mirna, Jessica sengaja dicari-cari kesalahannya, misalnya Jessica yang seharusnya menggunakan kacamata, namun hal tersebut tidak diperbolehkan.
"Masa depannya masih panjang tapi dizolimi,' kata Imelda.
Imelda mengakui jika ia termasuk dekat dengan Mirna. Dia pun mengungkapkan sering tidak bisa tidur di malam hari karena memikirkaan Mirna dan Jessica.
"Dokter Josua mengungkapkan jika Mirna bukan keracunan, Mirna dirawat dokter Joscua bukan dibawa suami. Barkan dokter Josua yang menangani sehingga Mirna tidak mungkin meninggal," ujarnya.
"Saya sayang kok sama Mirna, Mirna tidak ada salah. Mereka anak baik-baik. Mereka tidak pernah ribut, Makanya saya menyesal, Mestinya Mirna tidak meninggal jika suaminya tidak teledor. Itu suaminya teledor, nggak kasih kesempatan dokter GI menangani lebih lama. Kenapa dia langsung bawa gitu?” " sambung Imelda dikutip pada Selasa (3/10/2023).
Dalam tangisan, Imelda mengungkap beberapa penyebab yang menurutnya malah membuat Mirna meninggal.
“Langsung dibawa dengan ambulans, kenapa? Kasih kesempatan dokter GI merawat dia, kan bisa dikasih oksigen dia. Itu dia mau dikasih oksigen, tapi langsung dijemput sama suaminya. Suaminya bawa (Mirna) tapi meninggal di perjalanan kan?” sambung Imelda kemudian.
Imelda lalu mengutip pernyataan seorang dokter yang menyebut Mirna tidak keracunan sianida seperti yang selama ini dituduhkan kepada Jessica.
“Dia bukan keracunan, dia mesti nggak meninggal, sayang sekali. Akhirnya dari situ saya sedih dua kali, masalahnya saya baru tahu sekarang,” ujarnya.
Kasus kopi Sianida ini muncul di tahun 2016, saat itu dua sahabat Mirna dan Jessica tengah menghabiskan waktu kopi bersama di kafe elit Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Mirna tewas yang kemudian polisi menyimpulkan jika Jessica pembunuhnya. Oleh pengadilan Jessica dihukum 20 tahun penjara.