Setelah film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso tayang di Netflix, berbagai kejanggalan diungkap dalam kematian Wayan Mirna Salihin.
Kasus pembunuhan yang melibatkan Jessica Wongso menambah keraguan warga Indonesia usai menonton dokumenter tersebut. Terutama soal kebenaran, apa benar Jessica Wongso membunuh Mirna?
Film dokumenter tersebut mengungkap beberapa tabir, satu diantaranya bahwa Mirna Salihin ternyata tidak pernah di autopsi. Fakta tersebut diungkap oleh seorang dokter forensik dari Rumah Sakit Sukanto Mabes Polri, dr Slamet Purnomo.
Dalam sidang 7 tahun lalu, ia mengataka tidak melakukan autopsi kepada Mirna yang tewas akibat racun sianida.
"Autopsi (jenazah Mirna) tidak dilakukan," ujar Slamet saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Lanjut dia, Slamet hanya diminta untuk mengambil sampel dari sejumlah organ Mirna. Dia menyebut hal itu dilakukan karena permintaan penyidik polisi dan keluarga korban.
Sampel yang diambil yakni dari empedu, lambung, hati dan urine. Menurutnya melalui organ-organ itu bisa membuktikan adanya zat sianida.
Sebaliknya kuasa hukum Jessica Wongso, Otto Hasibuan membocorkan bahwa ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin sudah menyetujui jika jenazah putrinya diautopsi saat itu. Namun autopsi ternyata tidak dilakukan.