Sosok dokter Djaja Surya Atmadja kekinian menjadi sorotan publik. Dia adalah dokter yang bersaksi di perisdangan kasus kopi Sianida yang yakin berdasarkan keilmuannya, jika Mirna Salihin meninggal bukan karena sianida.
Sebagai dokter DNA pertama di Indonesia, Dokter Djaja Surya Atmadja mengetahui apa karakterisstik jika seseorang diracun sianida.
Karena menurut dia, Sianida punya dua karekter khas jika masuk ke tubuh manusia.
Di Podcast bersama dokter Richard, dokter Djaja yang menghabiskan 19 tahun dengan lima gelar keilmuan spesifik forensik (otopsi) mengungkapkan jika menemukan jasad Mirna setelah 2 tahun meninggal.
Dia saat itu menjadi dokter RS Dharmais, Slipi.
Djaja mengungkapkan Mirna masih hidup saat di klinik Olivia, lalu saat dibawa ke RS Abdi Waluyo masuk UGD, dan muntah-muntah lalu meninggal dunia.
Saat itu, jasad Mirna juga ingin dikremasi karena baru akan dimakamkan tiga hari kemudian. Saat itulah dokter Djaja menemukan jasad Mirna di RS Dharmais, Slipi.
"Di rumah duka Dharmais, saya dokter satu-satunya melakukan pengawetan. Aturannya memang diawetkan, 2 jam saya ketemu karena mau formalin. Saya sebagai dokter, saya tanya dahulu," ujar Djaja.
Karena itu kasus tidak wajar, Dokter pun menyarankan otopsi. "Karena tidak mau otopsi, saya tidak mau formalin, aturannya memang itu. Jika dipaksa formalin, bisa mengubah (mengubah kondisi mayat)," sambung dia.
Baca Juga: Ayah Mirna Ketipu Netflix: Sudah Diadu Domba, Dihujat, Nggak Dibayar Pula!
Dia pun meski belum ada kepastian formalin, dokter Djaja sempat melihat kondisi jasad Mirna.
Polisi akhirnya memutuskan menyuruh untuk diformalin.
"Polisi bilang, nanti kami persuasif, mudah-mudahan bisa otopsi. Taunya mau diotopsi," sambung ia.
Djaja menjelaskan jika pun ada sianida yang masuk ke lambung, maka akan menemukan di organ lainnya seperti hati dan urine.
"Jika pun masuk ke lambung (sianida masuk lambung), jika isinya air semua, 190 gram permiliter, maka bisa ketemu di urine juga," kata Djaja.
Dia pun memastikan jika sianida masuk ke tubuh, maka harusnya ditemukan di lambung, hati, dan muntahan "0,2 itu kecil banget. Bisa juga karena pembusukan, karena sianida juga bisa muncul dari pembusukan," sambung ia.