Kasus Kopi Sianida yang kembali ramai diperbincangkan di publik setelah film dokumenternya dirilis oleh Netiflix, membuat para ahli kembali menjadi sorotan.
Salah satunya dokter Djaja Surya Atmadja, ahli DNA pertama yang dimiliki Indonesia juga sempat menangani jasad Mirna.
Namun saat itu, ia sebagai dokter yang bekerja di rumah duka rumah sakit Dharmais Jakarta, berperan sebagai dokter satu-satunya yang menangani proses kramasan/mengawetkan.
Pengakuan dokter Djaja ini kembali ramai diperbicangkan, karena ia menjadi salah saatu dokter yang yakin jika Mirna tidak dibunuh karena sianida.
Dalam percakapannya dengan dokter Richard Lee, dokter yang menghabiskan waktu 19 tahun dalam spesialis forensik ini mengungkapkan sianida punya karakter khusus jika masuk ke tubuh manusia.
"Karena saya dokter forensik, jadi bicara soal jasad, bukan yang ada ditemuan botol-botol," ujarnya mengatakan di Podcast yang rilis pada Sabtu (7/10/2023).
Dia menerangkan jika Sianida masuk ke tubuh manusia itu, lebih mudah ditemukan di darah.
Selain itu, ada karekter misalnya sianida tersebut masuk ke lambung, yakni terjadi perubahan warna merah sekaligus membengkak.
Ciri karakter lainnya, ialah sianida juga punya karakter menghasilkan bau yang menyengat.
Baca Juga: Sering Gonta-ganti Akun Medsos Organisasi, Itu Tujuannya Apa Sih?
Dengan komposisi tertentu, jika berada di jasad manusia, maka akan menguap dan mengeluarkan bau khas. "Karena kan daya bekunya kecil, sehingga jika memang ada, bisa dicium mereka-mereka yang berada di dekat jasad Mirna," ujarnya kembali mejelaskan jika hanya 16 persen orang Indonesia yang tidak bisa mencium Sianida,
"Artinya Sianida mudah dicium," sambung Dokter Djaja.
Itu kenapa alasan sianida juga serring ditemukan di kapal-kapal yang berlayar, hanya untuk bisa menghalau binatang di bagian dapur.
Dia pun sempat mengungkapkan jika sianida juga sering dipakai ketika perang sebagai antisipasi melindungi lawan dari musuh.
"Jadi sianida itu bukan dibawa seperti cairan di botol parfum, tapi di kapsul," ujarnya seolah menangkis jika niatan membutuh Mirna dilakukan Jessica dengan sengaja membawa cairan sianida di botol parfum yang terkenal di Singapura.