Sebelum mengaku, baik Bharada E maupun Bripka RR, sebelumnya sangat ngotot dengan kesaksian yang diperintahkan tersangka Ferdy Sambo.
Akan tetapi setelah perkembangan kasus tersebut, mereka beruga malah berbalik melawan Ferdy Sambo.
Pengacara Bripka RR, Erman Umar mengatakan, adanya kesaksian yang bersinggungan antara Bripka RR dan Bharada E tentang kejadian di Magelang.
Mereka melihat Putri seolah sudah tak berdaya di atas ranjangnya. Baik Bharada E maupun Bripka RR mengaku jika kejadian itu dilihat langsung.
"Ada sedikit kejadian yang dialami yang dilihat oleh Ricky dan Richard setelah diminta pulang oleh Ibu PC," terang Erman.
Erman Umar mengatakan pengakuan Bripka RR, jika saat tiba di rumah Magelang, wajah kuat Ma'ruf sangat tegang.
Saat itu, Bripka RR dan Bharada E melihat langsung Kuat tegang dan panik saat di berada atau usi dugaan ada tindak pelecehan seksual pada istri Ferdy Sambo.
Akan tetapi diakui Bripka RR, Kuat tidak menjelaskan secara terang permasalahan yang membuat pria tersebut khawatir.
"Pas naik tangga, ketemulah Kuat. Kelihatan mukanya tegang dan panik," tutur Erman.
Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih Matahari Terbenam, Temukan Banyak Tentang Diri Anda
Bripka RR lantas bertanya pada Kuat, apa yang terjadi di rumah Magelang.
"Si Kuat, bilang jika dia melihat Yosua (brigadir J) naik-turun-naik," kata Erman.
"Saya (Kuat Maruf) tegur dia (Brigadir J), malah berbalik arah ke bawah dan tidak naik lagi. Sedangkan si Susi terlihat nangis di atas. Kemudian dia (Brigadir J) maju lagi mau naik, saya khawatir," tambahnya mengulang keterangan Kuat.
Bahkan saking panik dan tegang, Kuat sampai membawa pisau hingga tiba di Jakarta pada 8 Juli 2022.
"Si Kuat sempat ngambil pisau menghalangi Yosua (Brigadir J) mau naik ke atas, ke tempat Ibu," ungkap Erman.