SuaraTasikmalaya.Id - Mantan anggota komisi III DPR-RI, Akbar Faizal menyinggung sikap dan pernyataan yang disampaikan 7 mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) atas kondisi yang terjadi di internal Polri saat ini.
Sikap dan pernyataan Ke 7 mantan Kapolri tersebut ialah mereka yang mengaku merasa prihatin karena melihat begitu kompleksnya persoalan yang terjadi saat ini di tubuh Polri.
Namun menurut Akbar Faizal, peryataan keprihatinan tersebut tidak lain agar kerusakan-kerusakan di tubuh Polri terkesan baru sekarang terjadi.
Bahkan, atas pernyataan keprihatinan ke 7 mantan Kapolri itu, mantan anggota DPR-RI yang menangani bidang hukum, perlindungan hak azasi manusia, dan keamanan ini, menyepertikan layaknya alur cerita di film-film.
Hal itu sebagaimana disampaikan Akbar Faizal melalui akun Twitter pribadinya @akbarfaizal68, Jumat, 28 Oktober 2022.
"7 mantan Kapolri kumpul & nyatakan keprihatinan Polri saat ini. Ingin kesankan kerusakan nilai-nilai diinternal Polri baru terjadi sekarang," tulis Akbar Faizal.
"Dimasa mereka baik & luhur. Seperti film, satu keluarga baik-baik tiba-tiba kerasukan setan dari neraka yang mampir ke rumah mereka. Begitu Pak?" lanjutnya.
Tidak hanya itu, Akbar Faizal juga menegaskan sekaligus mempertanyakan kewarasan jiwa polri.
"Yang sinting itu siapa sebenarnya," pungkas Akbar Faizal.

Diketahui, sebanyak 7 mantan Kapolri menemui Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan maksud memberikan dukungan moral.
Berikut 7 daftar Jenderal Polisi di antaranya:
Kapolri ke-14 Jenderal Pol. (Purn) Roesmanhadir.
Kapolri ke-16 Jenderal Pol. (Purn) Chaerudin Ismail.
Kapolri ke-17 Jenderal Pol. (Purn) Da'i Bachtiar.
Kapolri ke-18 Jenderal Pol. (Purn) Soetanto.