MIRIS! Begini Penjelasan Kapolri Soal Aturan Gas Air Mata, Sudah Tahu tapi Masih Dibawa Bahkan Ditembakkan ke Tribun Aremania

tasikmalaya

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 08:37 WIB
MIRIS! Begini Penjelasan Kapolri Soal Aturan Gas Air Mata, Sudah Tahu tapi Masih Dibawa Bahkan Ditembakkan ke Tribun Aremania
Tangkapan layar dua video AKBP Ferli Hidayat memerintahkan anggotanya tak membawa senpi dan tak melakukan kekerasan pada Aremania sebelum Tragedi Kanjuruhan. - (ist)

SuaraTasikmalaya.idKapolri Jenderal Listyo Sigir Prabowo membeberkan temuan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah terjadi tragedi mematikan gas air mata yang ditembakkan polisi.

Seperti diketahui jika akhir laga Arema vs Persebaya berakhir dengan kerusuhan besar yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia.

Saat itu akhir dari pertandingan Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan ditutup dengan peristiwa yang berakhir mencekam.

Dikatakan polisi, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir dengan kemenangan tim Persebaya Surabaya. 

Dipaparkan Kapolri, ada dua Aremania (nama suporter Arema) turun ke lapangan bertujuan berfoto dengan satu pemain Arema.

Kemudian ada upaya petugas melarang seorang Aremania tersebut lantaran khawatir memancing tindakan sama dari suporter lain.

Akan tetapi kedua orang tersebut terus memaksa masuk. Saat dilihat, ternyata mereka tidak berfoto.

Dan benar saja apa yang ditakutkan polisi terjadi. Tak berselang lama Aremania yang lain ikut turun ke lapangan.

Di sana kemudian terjadi kericuhan dengan petugas pengamanan pertandingan, baku pukul hingga saling kejar menjadi pemandangan sebelum tragedi mematikan tiba.

baca juga

Polisi melihat jika kondisi semakin memanas dan tak bisa dikendalikan lagi. Hal itulah yang menjadi alasan polisi menembakan gas air mata.

Namun, entah siapa yang memberi komando saat, gas air mata malah ditembakkan ke tribun penonton yang penuh sesak dengan akses beberapa pintu masuk dan keluar dikunci. 

Anak-anak, wanita, ibu-ibu, orang tua yang awalnya ingin mendapat hiburan dengan menonton laga tersebut, justru berakhir dengan tontonan mematikan yang tidak akan pernah mereka bayangkan.

Apa yang dilakukan polisi membuat Aremania di satu stadion itu panik. Semua ingin menyelamatkan diri.

Mereka yang mengantri keluar tribun secara tertib berubah panik. Semua memiliki pemikiran sama, menyelamatkan diri.

Satu sama lain sesama Aremania terjadi saling dorong dan berdesak-desakan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dunia Soroti Tragedi Kanjuruhan, Mulai dari Legenda Sepak Bola Pele hingga Paus Fransiskus

Dunia Soroti Tragedi Kanjuruhan, Mulai dari Legenda Sepak Bola Pele hingga Paus Fransiskus

Tasikmalaya | Rabu, 05 Oktober 2022 | 15:15 WIB

Tragedi Mematikan Kanjuruhan Menggetarkan Bayern Munich, Fans Bentangkan Spanduk 'Ratusan Orang Dibunuh Polisi'

Tragedi Mematikan Kanjuruhan Menggetarkan Bayern Munich, Fans Bentangkan Spanduk 'Ratusan Orang Dibunuh Polisi'

Tasikmalaya | Rabu, 05 Oktober 2022 | 08:18 WIB

Stadion Kanjuruhan Jadi Neraka di Tangan Aparat, Sulastri hanya Pasrah Saat Gas Air Mata Melumpuhkanya, Suami Korbankan Nyawa demi Cucu

Stadion Kanjuruhan Jadi Neraka di Tangan Aparat, Sulastri hanya Pasrah Saat Gas Air Mata Melumpuhkanya, Suami Korbankan Nyawa demi Cucu

Tasikmalaya | Selasa, 04 Oktober 2022 | 21:15 WIB

TERUNGKAP Tragedi Mematikan di Kajuruhan, Polisi Bongkar Adanya Pengaturan Jadwal, Berikut Data Korban Meninggal Versi Dinkes Jatim

TERUNGKAP Tragedi Mematikan di Kajuruhan, Polisi Bongkar Adanya Pengaturan Jadwal, Berikut Data Korban Meninggal Versi Dinkes Jatim

Tasikmalaya | Minggu, 02 Oktober 2022 | 19:21 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×