SuaraTasikmalaya.id – Tanggal 31 Oktober merupakan salah satu hari ketika hampir seluruh masyarakat di berbagai negara, merayakan malam Halloween.
Pada malam Halloween biasanya orang-orang akan mengenakan kostum bernuansa yang unik dan menyeramkan, misalnya kostum karakter-karakter pada film horor atau karakter seperti pahlawan yang ada di film-film lainnya.
Warga Arab Saudi ikut merayakan Halloween, dimana pesta Halloween ini identik dengan budaya Barat, begini potretnya yang membuat heboh.
![Potret kostum hantu yang digunakan warga setempat untuk merayakan Halloween kedua di negara Arab Saudi. [Instagram/tamirhasacellphone]](https://media.suara.com/suara-partners/tasikmalaya/thumbs/1200x675/2022/11/01/1-heboh-perayaan-halloween-di-arab-saudi-tuai-pro-dan-kontra-dari-publik-disamping-pelarangan-perayaan-maulid-nabi-muhammad-saw.jpg)
Termasuk Riyadh Arab Saudi untuk merayakan hari Halloween ini daerah Boulevard diubah menjadi tempat untuk pesta kostum dengan bertemakan “Akhir Pekan Menakutkan (Scary Weekend)”.
'Scary Weekend' adalah acara bertema kostum kedua yang diadakan di ibu kota. Acara serupa, pesta topeng berlangsung di Riyadh Boulevard Riyadh City pada 17 dan 18 Maret 2022. Acara yang lalu disebut sebagai pesta kostum terbesar di Arab Saudi.
Pesta tersebut diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 27 hingga 28 Oktober dan acara tersebut di sponsori oleh pemerintah.
Untuk masuk pesta acara Halloween tersebut diberikan akses masuk gratis ke Boulevard dengan syarat, yang akan masuk dengan menggunakan kostum dan berdandan yang menakutkan.
![Potret topeng yang dikenakan warga setempat rayakan malam Halloween di kota Riyadh. [Instagram/tamirhasacellphone]](https://media.suara.com/suara-partners/tasikmalaya/thumbs/1200x675/2022/11/01/1-potret-topeng-yang-dikenakan-warga-setempat-rayakan-malam-halloween-di-kota-riyadh.jpg)
Dalam acara tersebut didedikasikan untuk menampilkan penyamaran yang menakutkan dan memamerkan desain kreatif warga Saudi.
Para peserta di acara tersebut dianggap memaknai Halloween sebagai bentuk hibur saja, terlepas kebiasaan yang jauh dari budaya Arab atau Islam secara khusus.
Baca Juga: Polemik Pesta Halloween di Arab Saudi hingga Pelarangan Maulid Nabi Muhammad
Tidak hanya itu saja, dalam acara Halloween tersebut dilengkapi dengan pertunjukan kembang api, sound effect yang disempurnakan dan dekorasi tempat yang seram.
Gelaran festival Halloween yang berada di Arab ini membuat memicu perbincangan hangat di media sosial, perayaan ini dianggap dan dinilai sebagai catatan baru dalam reformasi sosial di bawah penguasaan de facto.
![Warga Arab Saudi ramai berdatangan ke kota Riyadh dengan kostum terbaik mereka. [Instagram/tamirhasacellphone]](https://media.suara.com/suara-partners/tasikmalaya/thumbs/1200x675/2022/11/01/1-warga-arab-saudi-ramai-berdatangan-ke-kota-riyadh-dengan-kostum-terbaik-mereka.jpg)
Putra mahkota Muhammad bin Salman soal perayaan di negara tersebut ultra-konservatif ini telah menuai kritik di sejumlah media sosial.
Beberapa menilai bahwa Arab Saudi telah menetapkan standar ganda dengan tidak menggelar perayaan Maulid Nabi.
Pasalnya, pemerintah tidak mengizinkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, acara yang tidak sesuai dengan syariat malah digelar di negeri konservatif itu. (*)
Sumber: ANTARA