SuaraTasikmalaya-Popularitas presenter Najwa Shibab sangat tinggi. Pantas dia jadi vote gater dalam pemilu. Najawa Shihab mengakui kalau musim Pemilu banyak tawaran untuk terjun ke panggung politik. Namun dia cuek terhadap tawaran menggiurkan itu.
"Tawaran ini biasanya sering datang jelang Pemilu, dari menjadi Wakil Bupati hingga anggota DPR RI," katanya.
Namun bukan malah tergiur, sebaliknya Najwa Shihab menolak semua tawaran tersebut. Apalagi twaran jadi calon Pileg.
Menurut puteri dari ahli tafsir Quraish Shihab ini jika ingin kerja nyata di lapangan, jabatan di daerah tingkat dua atau Kabupaten adalah pilihan pas.
“Makanya orang kalau (bilang): Mbak Nana aku mau masuk politik. Kalau mau masuk politik mulai dari tingkat lokal, apakah DPRD kota, DPRD provinsi, apakah jadi Bupati, jadi Wali Kota,” katanya.
Melansir video wawancara di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Kamis (15/12/2022), pemilik kanal Youtube Narasi ini mengatakan belum tertarik terjun ke dunia politik. Kalau ditawarin menteri mau?
“Menteri tuh tataran kebijakan. Dan kalau ngomong kebijakan ya sekalian Presiden atau Wakil Presiden, dong. Kenapa menteri ya, kan?” ujar Najwa Shihab kepada Denny Surmargo.
Najwa Siab menganggap tawaran jadi menteri itu tanggung. “Lagian nanggung amat nawarinnya menteri? Kalau eksekutif ya, go to the top dong,” ujar artis kelahiran 16 September 1977.
Menimbang manfaat dan mudarat, tuan rumah Mata Najwa menolak semua tawaran tersebut. Ia berpendapat, jika ingin kerja nyata di lapangan, jabatan di daerah tingkat 2 pilihan pas.
Baca Juga: Pancing Najwa Shihab Keluar Kandang, Nikita Mirzani Sebut Mbak Nana Penjilat Tak Punya Kontribusi
“Makanya orang kalau (bilang): Mbak Nana aku mau masuk politik. Kalau mau masuk politik mulai dari tingkat lokal, apakah DPRD kota, DPRD provinsi, apakah jadi Bupati, jadi Wali Kota,” katanya.
Melansir video wawancara di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Kamis (15/12/2022), putri Quraish Shihab ditanya andai nanti ditawari menjabat menteri alias pembantu Presiden.
“Menteri tuh tataran kebijakan. Dan kalau ngomong kebijakan ya sekalian Presiden atau Wakil Presiden, dong. Kenapa menteri ya, kan?” ujar Najwa Shihab kepada Denny Surmargo.
Ia menganggap tawaran jadi menteri itu tanggung. “Lagian nanggung amat nawarinnya menteri? Kalau eksekutif ya, go to the top dong,” ujar artis kelahiran 16 September 1977. (*)