Makna tadabbur di dalamnya yang tidak benar adalah kalimatnya dianggap sebagai Al Qur'an.
Bahkan kita dianjurkan oleh Nabi, saat kita membaca ayat-ayat surga "mintalah surga", kalau melewati ayat-ayat neraka, mintalah dijauhkan dari neraka," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya melanjutkan, "Kalau yang disebut sifat Allah yang Mahakasih, tidak ada salahnya kita minta kasih sayang Allah."
"Kami belum membaca Yasin Fadhilah tetapi sudah ditanyakan seperti apa Yasin Fadhilah," kata Buya Yahya.
"Kami belum membaca dari awal sampai akhir kalimatnya seperti apa. Ini secara dhohirnya seperti itu. Tapi nantinya hakikatnya dikembalikan isi doanya seperti apa," lanjut Buya Yahya.
Buya Yahya juga menjelaskan, "Kalau isi dari doanya jelek, ya nanti bakal jadi jelek. Hal yang tidak diperbolehkan adalah memotong ayat. Yakni memotong ayat dan memasukkan doa ke dalamnya seolah-olah menjadi ayat."
Misal kalimat di atas di tengahnya ada dikasih doa seolah menjadi Al-Qur'an, itu mengubah isi Al-Qur'an.
Kalau disempurnakan ayatnya dan setelah itu ada panjatan doanya, renungan, pemahaman, maka hal itu tidak apa-apa.
"Dan selama ini yang pernah disodorkan sepintas pada kami adalah Yasin Fadhilah dalam irama untuk khusyuk, tadabbur, dibalik ayat ayat Surat Yasin yang dibacanya, dan kalau memang begitu adanya, maka tidak apa-apa. Itu bukanlah sesuatu yang terlarang," kata Buya Yahya. (*)
Baca Juga: Apa Arti Kata Purel? Jadi Istilah Viral Berkat Lagu Dangdut