SuaraTasikmalaya.id: Amalan apa yang bisa mengapus dosa besar. Itu pertanyaan kebanyakan orang yang datang ke Mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah (TQN) Pesantren Suryalaya.
Mursyid TQN Pesantrenn Suryalaya penerus Abah Anom Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul (SM) atau Abah Aos mengatakanm tidak ada amalan yang paling baik untuk menghapus dosa selain dzikir.
Seberapa penting Dzikir itu? Ternyata kedahsyatan Dzikir Zahar dan Dzikir Khofi itu luar biasa. Dzikir zahar yakni dzikir yang dengan suara keras disertai gerakan. Kenapa harus keras karena kita sedang melawan nafsu dan mencuci dosa yang ada di badan kita.
Sedangkan dzikir khofi adalah zikir yang tak terdengar suaranya. Jangankan orang yang duduk disamping. Menurt Abah Aos
Dzikir khofi adalah dzikir yang samar dan tersembunyi didalam hati. Dzikir khofi ini juga bisa disebut dengan dzikir sirri (rahasia). Dalam Dzikir Sirri, orang mengingat Allah, merasakan kehadiran Allah, menyadari keberadaan Allah
Makanya pangersa Abah selalu bilang mau apa dan tidak mau apa-apa berdzikirlah.
Mengenai dzikir zahar dapat menghapus dosa atau akan mendapat ampunan (magfiroh) dari Alloh SWT itu perintah Nabi Muhammad SAW.
Hadistnya udah jelas, tidak perlu diragukan lagi. Hadistnya shohi. Nabi Muhammad SAW Bersabda.
‘Siapa yang Dzikir 1 x LAA ILAAHA ILLALLOH dengan sungguh-sungguh (berisi), maka 4000 dosa besar-nya diampuni ALLOH [man qoola laa ilaaha illalloh wa maddahaa bitta’dhim hudimat lahu arba’atu alaafi dzanbin minal kabaairi]. Itu sekali Dzikir, sementara kita kan berkali-kali! Tentu saja Dzikir yang benar-benar berisi.
Pembantu Khusus Pangersa Abah Aos KH Budi Rahman Hakim (Abah Jagat) menambahkan bahwa, pangersa Abah Aos tak bosan-bosan Abah menganjurkan kepada para Ikhwan-Akhwat agar benar-benar dalam Dzikir-nya.
Alasannya kalau berdzikir dengan benar kita akan mendapat ampunan [maghfiroh] ALLOH, berdasarkan sabda Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Para Sahabat Nabi bertanya lagi.
‘Bagaimana kalau ia sudah bersih dari dosa ya Rosul? ‘Dzikirnya akan membersihkan keluarga-nya’ ‘Lalu bagaimana kalau keluarganya juga sudah bersih dari dosa ya Rosul?’ ‘Maka Dzikirnya akan membersihkan (dosa) tetangganya’ [Qooluu ya Rosulalloh fain lam yakun lahu dzanbun qoola faliahlihi, qoolu fainlam yakun lahum dzunubun qoola falijironihi]”
sumber: https://tqnppsuryalaya.com/