"Selama dua hari kami tidak melihat keadaan di sekitar sini. Anak-anak kedinginan karena kedinginan," tambahnya.
Badai musim dingin telah menambah kesengsaraan dengan kondisi jalan rusak akibat gempa - hampir tidak dapat dilalui. Kemacetan lalu lintas terjadi membentang berkilo-kilo di beberapa daerah.
Sementara itu hujan dan salju yang dingin menusuk bagi orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka berlindung di masjid, sekolah, atau bahkan halte bus. Sementara kemungkinan masih banyak orang yang selamat yang terkubur di bawah puing-puing.
"Sekarang berpacu dengan waktu," kata kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus.
"Kami telah mengaktifkan jaringan tim medis darurat WHO untuk memberikan perawatan kesehatan penting bagi yang terluka dan paling rentan," tambahnya. (*)