SuaraTasikmalaya.id - Jelang laga Barcelona melawan Manchester United di leg-1 playoff Liga Europa, Jumat (17/2/23), pelatih MU Erik ten Hag melakukan ritual khusus di arena pertandingan yaitu Stadion Camp Nou.
Pelatih asal Belanda itu tampak berjalan-jalan di lapangan rumput Stadion Camp Nou yang masih kosong tanpa penonton sebelum menghadiri konferensi pers pra pertandingan.
“Saya biasa melakukannya. Selalu, kalau saya datang ke stadion tandang –baik di Liga Inggris atau di (kompetisi) Eropa– saya selalu pergi ke lapangan,” kata Ten Hag saat jumpa pers, Kamis (16/02/23) seperti dikutip dari manutd.com.
Saat ditanya apa alasannya, mantan pelatih Ajax itu mengaku ingin melihat kualitas lapangan tempat timnya nanti bertanding.
“Saya memasukkannya dalam persiapan (untuk pertandingan),” ujarnya.
Ia juga mengatakan penting untuk merasakan atmosfer tertentu di setiap stadion. Pria berusia 52 tahun itu paham benar untuk mempersiapkan laga secara detail.
“Ini hanya tentang imajinasi. Bagaimana Anda akan mempersiapkan skuad Anda, bahwa segalanya telah siap. Semua detail yang kecil bisa membuat perbedaan,” jelas Ten Hag.
Manajer yang pernah kerja bareng Pep Guardiola di Bayern Munich itu juga menggarisbawahi kalau Manchester United adalah tim paling kompetitif di Eropa sejauh ini.
“Kami main di empat (turnamen). Satu-satunya klub di Eropa (yang masih main di empat kompetisi). Skorsing dan cedera pemain pasti muncul, Anda harus menerima kenyataan itu,” tegas Ten Hag.
Baca Juga: Xavi Puji Kinerja Erik ten Hag di Manchester United: Pelatih Top dan Menginspirasi
Krisis Lini Tengah
Skuad MU memang tengah ramping, menyusul banyaknya personil yang cedera, terutama di lini tengah.
Menghadapi El Barca, Setan Merah cuma mengandalkan duo Brasil di sektor tengah, Casemiro dan Fred.
Keduanya ditugaskan menopang Bruno Fernandes yang biasanya bermain lebih bebas sebagai nomor 10.
Para pion lapangan tengah tengah diparkir karena cedera. Sebut saja Christian Eriksen, Scott McTominay, dan Donny van de Beek.
Sedangkan gelandang anyar Marcel Sabitzer masih belum bisa diturunkan di Eropa, karena tengah skorsing akibat akumulasi kartu kuning saat masih memperkuat Bayern Munich.