SuaraTasikmalaya.id - Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta belum mau jauh dari dua anak kembar yang dinilainya sebagai anak hebat.
Terkini, Dedi Mulyadi yang baru bercerai dengan istrinya, Anne Ratna yang juga Bupati Purwakarta, mengunjungi sekolah Dedi dan Dida, seperti dilansir dari akun channel YouTubenya, 26 Februari 2023.
Sehari sebelumnya, Dedi Mulyadi menemukan Dedi dan Dida sedang mencari barang rongsokan untuk menyambung hidup di Kota Subang.
Dua anak itu diketahui tidak sekolah karena tak punya uang untuk sarapan dan mencari rongsokan dulu.
Dedi dan Dida sudah lama bekerja mencari barang-barang rongsokan untuk membantu ibunya dan dua adiknya.
Dedi Mulyadi pun membelikan banyak makanan, beras hingga kebutuhah lain di pasar dan supermarket.
Dedi dan Dida merasa kaget serasa mimpi dibelikan banyak makanan dan kebutuhan lain oleh Dedi.
Kedua anak itu mengaku serasa mimpi pagi-pagi sudah dapat rejeki banyak.
Dedi Mulyadi pun menelisik kehidupan dua anak kembar di gang Dalur Subang tu.
Diketahu Dedi dan Dadi anak yatim yang kondisi kehidupan keluarganya susah sejak sang ayah tiada.
Namun kedua anak itu tak mau tinggal dengan kondisi tersebut. Dedi dibuat menangis dengan si kembar Dedi dan Dida.
Seteleh bertemu ibunya dan melihat kondisi keluarga Dedi dan Dida, Dedi Mulyadi hari berikutnya kemudian mengunjungi sekolah anak itu.
Dedi datang ke SMPN 6 Subang dan disambut para guru serta para siswa.
Dedi Mulyadi pun mengecek benar tidak Dedi dan Dida sekolah di SMPN 6 Subang. Dan Dedi menemukan kedua anak itu di kelasnya dengan diantar guru Agama, wakasek dan guru lainnya.
Di kelas itu Dedi mengaku bangga karena ada akan hebat yang mau membantu keluarganya demi sesuap nasi.
Kisah Dedi dan Dida diceritakan Dedi Mulyadi di hadapan siswa kelas tersebut. Mereka menangis mengetahui kehidupan Dedi dan Dida.
"Kalian yang bapaknya mapan, harus hormat pada bapaknya. Jangan sia-siakan kesempatanmu. Orang lain (Dedi dan Dida) untuk sekolah susah payah, untuk makan susah.
Kalian yang dari rumah dibekelin uang jajan, makanan cukup, pergi diantar pulang dijemput, kalian harus lebih berhasil. Karena ada orang susah payah seperti Dedi," kata Dedi sambil menepuk-nepuk pundak Dedi.
Para siswa kelas 7 G dan guru pun menangis.
"Kenapa saya selalu tertarik pada anak seperti dia, karena saya pernah merasakan kepedihan lebih dari dia. Saya pernah kuliah 3 hari tidak makan karena tak ada duit. Karena saya tak mau membebani orangtua," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga memotivasi teman-teman Dedi dan Dida untuk mau peka dan cerdas bekerja dan belajar agar kelak menjadi orang sukses.
Di kelas itu Dedi Mulyadi melihat Dedi memakai sepatu baru yang sehari sebelumnya dibelikannya.
Namun ternyata kaos kakinya bolong.
"Kamu baik banget, kemarin ditawari (beli kaos kaki), tapi mengaku punya tiga, ternyata bolong.
Banyak yang memanfaatkan saya ketika bertemu, tapi dia tidak," puji Dedi Mulyadi.
Disaksikan guru dan murid-murid, Dedi Mulyadi pun memberi uang pada Dedi untuk membeli kaos kaki baru. Dan Dedi mencium tangan Dedi Mulyad. (*)