SuaraTasikmalaya.id - Depo BBM Pertamina di Plumpang, Koja, Jakarta Utara tadi malam terbakar dahsyat. Ledakan dan api besar mulai terlihat sejak pukul 8 malam, Jumat (3/3/23).
Karena letaknya sangat berdekatan dengan pemukiman warga, kebakaran besar ini turut menyambar rumah-rumah di dekat depo. Sehingga korban jiwa pun berjatuhan.
Update sementara jumlah korban jiwa adalah 15 orang, 3 di antaranya anak-anak. Delapan lagi dilaporkan hilang.
Dugaan penyebab kebakaran salah satu depo BBM terpenting di Indonesia itu belum dapat dipastikan.
Ada yang menyebut akibat kebocoran pipa. Ada juga saksi mata yang melihat sambaran petir menghantam area depo sebelum terjadi ledakan dan kebakaran.
Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto menyayangkan terjadinya insiden kebakaran depo BBM milik Pertamina di Plumpang, Jumat (3/3/2023) malam tadi.
Rofik mengatakan Pertamina serta pihak terkait harus memastikan keselamatan dan keamanan warga yang tinggal di sekitar lokasi depo.
“Kami turut berbelasungkawa terhadap masyarakat sipil yang terdampak, apalagi ini daerah padat penduduk. Pertamina harus tanggung jawab,” tegasnya seperti dikutip dari dpr.go.id (03/03/23).
“Plumpang menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian Indonesia, maka tindakan selanjutnya adalah bagaimana memastikan suplai tidak terganggu,” ungkapnya.
Baca Juga: Ingin Miliki Wajah seperti Amanda Manopo? Inilah Rahasia Kulit Muka Terlihat Cantik dan Glowing
Anggota DPR RI Fraksi PKS tersebut juga mengkritisi sistem pengamanan depo dan juga SOP-nya.
“Insiden kebakaran bukan kali pertama di fasilitas minyak dan gas, ini terus berulang. Pertamina harus benahi sistem pengamanan dan SOP yang ada,” ujarnya.
Pihaknya berharap dilakukan pembenahan menyeluruh dalam lingkup Pertamina untuk mengamankan segalanya, fasilitas minyak dan gas, para pekerja, maupun masyarakat di sekitar depo.
“Seringnya kebakaran mengindikasikan Pertamina abai terhadap pengamanan kilang,” tukasnya. (*)
Sumber: dpr.go.id