SuaraTasikmalaya.id - Pundit Sky Sports Paul Merson mengklaim bahwa Erik ten Hag membuat kesalahan ‘taktis’ besar dalam kekalahan telak Manchester United 7-0 dari Liverpool di Anfield, Minggu (6/3/23).
Cody Gakpo membuka skor melawan MU di babak pertama, sebelum pasukan Ten Hag mengalami kekalahan super telak di babak kedua melawan rival abadi mereka.
Gakpo melengkapi dwigolnya setelah turun minum. Brace serupa dibikin pula oleh Darwin Nunez dan Mohamed Salah. Pamungkas, Roberto Firmino jadi pencetak gol ketujuh Liverpool pada pertandingan tersebut.
Manajer MU Ten Hag saat itu memilih Marcus Rashford untuk memimpin lini depan melawan The Reds. Pemain pinjaman dari Burnley Wout Weghorst bermain sebagai Nomor 10.
Masa pinjaman Weghorst di klub Turki Besiktas dipersingkat setelah United membawanya ke Old Trafford pada Januari. Ten Hag menginginkannya setelah Cristiano Ronaldo hengkang.
Penyerang Belanda berusia 30 tahun itu sering mendapat kritik atas perannya di United. Hanya mencetak 1 gol dan mencatat 2 assist dalam 14 penampilan untuk Setan Merah.
Berbicara setelah kekalahan MU di tangan Liverpool, Merson mempertanyakan keputusan Ten Hag untuk menempatkan Weghorst sebagai Nomor 10 melawan The Reds.
“Sang manajer, bagi saya sudah ngaco. Ya, dia melakukan (kekacauan) dengan sangat baik,” katanya kepada The Daily Mail.
“Wout Weghorst sebagai nomor 10, saya gagal paham. Bagaimana dia menjadi nomor 10? Bagaimana seorang manajer bisa punya ide seperti itu?”
Baca Juga: Kawanan Begal Sadis Geng Celurit Merah Dibekuk Polisi
“Ini Manchester United dan Anda memiliki Weghorst sebagai pemain nomor 10, dia tidak bisa berbalik dan berlari, dia tidak bisa passing melewati lubang jarum,” gerutunya.
“Apa yang dia pikirkan? Saya tidak menyalahkan Ten Hag karena kalah, tetapi mengapa memainkan Marcus Rashford melawan Virgil van Dijk? Dia bermain melebar setiap minggu.”
“Anda memiliki bek terlemah Liverpool dalam diri Trent Alexander-Arnold, yang tak dimanfaatkan (lini serang). Trent pasti sangat beruntung malam itu.”
“Man United salah secara taktik. Saya tidak percaya ketika saya melihat susunan tim. Hanya ada satu manajer yang bisa melakukannya dan itu adalah Ten Hag,” tukasnya seperti dikutip dari SPORTbible. (*)