SuaraTasikmalaya.id-Salah seorang pemilik rumah makan di Rajapolah Tasikmalaya mengaku sudah taubat. Mengapa? Sebab dia terjerumus dalam lembah musyrik pergi ke dukun untuk cari penglaris dagangan.
Kini dia mendekatkan diri kepada Allah dengan banyak bedoa. Alhasil dagangannya laris manis.
Ya ilmu penglaris dagangan? Banyak yang beranggapan keberadaan penglaris terkadang dianggap penting Berdagang di pasar seperti saya tanpa pakai penglaris pasti akan kalah sama yang lain,” kata Maman Juperman, pedagang beras di pasar Rajapolah, Tasikmalaya.
Pedagang setengah baya ini bahkan mengaku sudah sowan ke dukun-dukun di sejumlah kabupaten di luar Kota Tasikmalaya bahkan hingga ke Banten.
Menurut dia ada tiga macam penglaris yang selama ini diyakini para pedagang, yakni penglaris kejawen, campuran (kejawen dan Islam), jangjawokan atau murni Islam (bukan datang ke kyai abal-abal).
Maman mengaku cari ilmu penglaris karena putus asa dan bingung. Dia akhirnya memutuskan mencari penglaris. Harapannya agar usahanya tak bangkrut Ia pun melakukan sejumlah ritual, dari mulai menyebar kembang di perempatan, hingga menanam pocong bayi aborsi di teras warungnya.
Nyatanya, usahanya tetap bangkrut dan tutup. Akhirnya sampailah pada kesimpulan bahwa orang yang sibuk mencari penglaris lewat bantuan makhluk Tuhan hanyalah orang yang frustrasi dan tidak menyadari akan kuasa Tuhan.
âSetelah gulung tikar, saya bertobat. Membaca istighfar dan merenung. Sampai kemudian saya berusaha bangkit kembali dari nol, dan setiap waktu berdoa agar usaha saya diridloi. Eh, Allah ternyata mendengar doa-doa saya, hingga kini warung kami seperti sekarang ini,â ujarnya.
Menduakan Tuhan
Baca Juga: Sinopsis Film Thailand You & Me & Me: Balada Saudara Kembar Jatuh Hati ke Pria yang Sama
Ustadz Adi Hidayat dalam Kanal Youtubenya Adi Hidayat Official mengatakan, dukun atau orang pintar dalam dunia usaha adalah sebuah jalan keputusasaan para pengusaha karena mereka bingung entah apa yang harus dilakukan lagi untuk membuat usahanya banyak pembeli.
"Meminta pertolongan kepada mahluk selain Allah sama saja musyrik mendingan meminta kepada Allah yang maha kaya,” katanya.
Kuncinya Bukan Jimat!
UAH sapaan akrabnya membagikan kiat sukses bisnis Inilah kuncinya:
1. Awali dengan niat baik untuk kebaikan.
2. Yakinkan hati bahwa usaha yang kan kita jalani adalah usaha yang berkah, bermanfaat dan pasti sukses.
3. Berbaik sangka pada Tuhan bahwa usaha kita pasti akan dilancarkan.
4. Keluarkan zakat, karena ada hak orang lain di rezeki yang kita dapatkan. Dengan zakat harta kita menjadi bersih.
5. Bersedekahlah, karena sedekah bukanlah membuang uang melainkan menginvestasikannya di jalan yang diridhoi Tuhan.
6. Usaha atau kerja jangan sampai menjauhkan dia dari Tuhan, penuhi kewajiban kita sebagai hamba.
7. Bekerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas.
8. Berwirausaha untuk membuka lapangan kerja, mendorong usaha supplier agar lebih maju. Dan membahagiakan pelanggan dengan menyajikan produk yang memuaskan hati mereka. Jalani usaha dengan riang gembira.
9. Jangan anggap karyawan sebagai mesin yang tenaganya pantas diperas, tapi mereka adalah partner penting yang memajukan usaha ini secara bersama-sama.
10. Jika usaha gagal jangan berputus asa dan menyalahkan Tuhan. Anggap ini pelajaran yang mahal dan segeralah belajar dari apa yang terjadi.
11. Tetap rendah hati dan tidak sombong, dan rajin menabung untuk perkembangan usaha. (*)