SuaraTasikmalaya.id- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku ketua umum partai Demokrat memberikan respon terkait dicabutnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
AHY menegaskan kalau sepakbola itu tidak boleh dijadikan alat untuk berpolitik. Sebab hal itu dapat merusak persepakbolaan tanah air.
"Kalau PSSI dijadikan alat politik, enggak akan benar sepak bola kita. Enggak hanya sepak bola, semua olahraga," ujarnya dikutip Suara Tasikmalaya.id dari Suara.com pada Jum’at (31/1/2023).
Tak hanya itu, ketua partai demokrat itu sindir para elite dan stake holder lainnya untuk tidak mengerek electoral.
"Jadi saya berharap, kita semua bermohonlah kepada mereka yang mengurusi itu semua, pemerintah kita, pemimpin kita, ya benar-benar menata ini dengan baik," tambahnya.
Selanjutnya, AHY sebut kalau sepakbola merupakan murni dari pecinta olahraga, tidak seharusnya dicampurkan dengan politik atau dipakai dengan tujuan peningkatan elektabilitas.
Oleh karenanya, anak dari SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu ajak para kamu muda untuk lebih optimis masih ada peluang untuk kedepannya.
Tak hanya itu saja, ketua partai Demokrat itu ajak PSSI serta jajaran lainnya untuk melakukan perubahan dan perbaikan secara bersama-sama.
Diketahui bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo menghimbau agar masyarakat tidak saling menyalahkan atas kejadian yang menimpa Indonesia ini.
Beliau berharap, Indonesia menjadi Negara terselenggaranya event-event besar di olahraga pada masa yang akan datang.
Artikel ini telah terbit di Suara.com dengan judul “AHY: Kalau PSSI Dijadikan Alat Politik, Sepak Bola Kita Tak akan Benar”. (*/editor zahran)