SuaraTasikmalaya.id - Konflik antara Israel dan Palestina terus berjalan tak terhenti. Kali terjadi saat dalam dunia sepak bola. Pada pertandingan final Yasser Arafat Cup 2023 antara Balata FC dan Jabal Al-Mukaber di Tepi Barat, Israel menembakkan gas air mata ke arah para suporter Palestina yang hadir menonton, menyebabkan mereka menjadi korban.
Aksi kekerasan ini terjadi ketika pertandingan berlangsung dan membuat suasana menjadi kacau. Para suporter Palestina yang menonton pertandingan harus menyelamatkan diri mereka sendiri dan anak-anak mereka dari gas air mata yang menyebar di sekitar stadion.
Beberapa di antara mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena sesak napas dan kondisi kesehatan yang memburuk akibat gas air mata yang terhirup.
“Lebih banyak gambar datang dari stadion Faisal Al-Husseini. Final Piala Liga tidak mungkin dilanjutkan setelah pasukan Israel menyerbu stadion pada babak pertama dan menembakkan gas air mata ke tribun dan ke lapangan," tulis Football Palestine dikutip dari akun twitternya, Sabtu (1/4/2023).
Atas kejadian ini dikabarkan federasi sepak bola Palestina (PFA) akan melaporkan peristiwa ini ke FIFA. Hal ini membawa sedikit harapan untuk sepak bola Indonesia. Pasalnya, setelah laporan ini sampai ke FIFA, kemungkinan Israel akan mendapatkan sanksi berat seperti pembekuan status keanggotaan.
Hal ini menjadi angin segar untuk sepak bola Indonesia. Pasalnya timnas Israel tidak akan ikut serta di Piala Dunia U20, dan Indonesia bisa kembali menjadi sebagai tuan rumah Piala Dunia U20. (*)