SuaraTasikmalaya.id - Dalam rilis FIFA terkait pembatalan Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, tampaknya FIFA lebih transparan mengenai alasan mengapa dibatalkan.
Pada rilis itu, FIFA juga mengucapkan terima kasih pada Federasi Sepakbola Peru (FPF) yang sudah berupaya mempersiapkan Piala Dunia U-17 di negara Amerika Latin tersebut.
“Langkah ini dilakukan mengingat ketidakmampuan negara tuan rumah memenuhi komitmennya melengkapi infrastruktur yang dibutuhkan untuk menggelar turnamen.
“Meskipun hubungan kerja yang sangat positif antara FIFA dan FPF, telah ditentukan bahwa sekarang tidak ada cukup waktu untuk mengamankan investasi yang diperlukan dan menyelesaikan pekerjaan yang diperlukan dengan pemerintah Peru sebelum tanggal dimulainya turnamen.
“FIFA ingin mengucapkan terima kasih kepada FPF atas upaya mereka dan tetap terbuka untuk menyelenggarakan kompetisi di Peru di masa mendatang.” Begitu bunyi rilis FIFA soal pembatalan Peru.
Narasi semacam itu tak ditemukan dalam rilis pembatalan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Tidak ada alasan jelas, seperti disamarkan, dan juga tak ada ucapan terima kasih dari FIFA.
Sontak, perbedaan ‘perlakuan’ FIFA itu menggelitik warganet untuk ‘ngunek-ngunek’ di media sosial. Seperti terangkum di akun Twitter @FaktaSepakbola (04/04/23), beragam komentar netizen membanjiri utas akun tersebut:
@YareY4r3D***: “Ya jelas beda lah, kalau Peru kan krn force majeur, habis kena gempa, makanya fokus pemulihan, dan mau gak mau, ya gak bakalan sanggup, makanya diganti, dan pengumumannya jelas, krn emang di luar kehendaknya, lah kalau Indonesia batal krn ketololan ulah diri sendiri”
@iwan***: “Gak ada duitnya bro, renovasi stadion dari 2021 gak selesai. Event sdh dekat baru pada sibuk urus stadion, yang sdh jelas penegakan hukum yg lemah bila terjadi kerusuhan bikin FIFA mikir, kalo rusuh nanti yg disalahin bungkus lumpia bikin kepleset penonton penyebab rusuh”
@myreza***: “kalau fifa bilang ‘indonesia menolak israel untuk bertanding di piala dunia u-20’ ya bisa2 indonesia dicemooh sama satu dunia, gak cuma di bola tapi di politik juga pasti kena imbasnya. mangkannya fifa rilis statement yang gak memojokkan indonesia.”
@mizan_***: “Alasan pembatalan Peru sbg tuan rumah Piala Dunia U-170 bisa dijelaskan dalam satu kalimat sederhana, beda dengan Indonesia yg bila diuraikan satu persatu bisa disusun dalam bentuk sebuah buku.”
@Muiz_Shid***: “Dortmund batal krn Kanjuruhan, PD U-20 krn politik. 2 kesempatan emas buat narik kepercayaan sepak bola Internasional kandas.”
@Vincn***: “Boleh dijelaskan min perbedaannya krn melihat paragraf 1 nya menjelaskan bahwa ‘due to the current circumstances’ yg artinya keadaan yg terjadi dalam situasi sekarang dalam hal ini penolakan israel tersebut jdi ini bisa dikatakan diperhalus aja.”
@TriWahyuYuli***: “FIFA has regretfully withdrawn Vs FIFA had decided, due to current circumtances, to remove... Satunya dengan penuh rasa sesal membatalkan, satunya lagi diputuskan untuk menghapus. Rasakan bedanya.”
@rommelsin***: “Lebayy ahhh.. Disurat fifa untuk indonesia juga uda clear bgt di situ kata2 nya di paragraph pertama ‘due to the current circumtances’ uda deh berhenti ngebumbuin yg uda lewat. Yg dibhas skrg plan masa depan sepakbola indonesia, mendingan bgtu..”
@faza_il***: “due to current circumstances” “transformation process of Indonesian football following the tragedy that occured in October 2022”. Baca yang bener makanya, dah disebutin disitu.
@DoniAlfa***: “Aslinya emang infrastruktur di Indonesia juga belum siap, makanya Erik Tohir diutus buat nemuin FIFA. Cuma buat ngelobby mereka ga cantumin soal ketidaksiapan Indonesia. Dibikinlah abu2, dan dialihkan ke isu lain.”
@nung_habib***: “Udah lewat juga.. mau diterjemahin make pakar kata2 juga gak bikin fifa balikin indo jadi tuan rumah, so move on aja lah.” (*)