SUARA TASIKMALAYA - Idul Fitri adalah hari raya yang besar dan penting bagi umat Islam Indonesia.
Suasana hari raya Idul Fitri di Indonesia cukup berbeda dengan negara lain, sebab mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam, sehingga perayaannya lebih meriah.
Idul Fitri ini membentuk beragam tradisi di Indonesia, mulai dari mudik, sungkem, ziarah kubur, dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana hari raya Idul Fitri zaman Rasulullah SAW?.
Dalam buku “How Did the Prophet and Hid Companions Celebrate Eid?”, dijabarkan Rasulullah SAW dan umat Islam saat itu pertama kali merayakan Idul Fitri pada tahun ke-2 hijriah atau 624 masehi, lebih tepatnya setelah perang badar.
Dalam hadist dijelaskan, Rasulullah SAW melakukan beberapa hal untuk menyambut dan memeriahkan hari raya Idul Fitri.
Membaca takbir
Dalam hadist disebutkan bahwa, Rasulullah SAW mengumandangkan takbir pada malam terakhir puasa hingga pagi hari saat 1 syawal.
Hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 185.
Baca Juga: Ini 8 Adab di Hari Raya Idul Fitri, Mulai dari Mandi Pagi hingga Mengunjungi Sanak Keluarga
“Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur,” (QS. Al-Baqarah: 185), dikutip dari kanal YouTube Ensiklopedia Al Fatih, Kamis (13/4/2023).
Menggunakan pakaian terbaik
Pada hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW menjalankan rutinitas pertamanya yaitu mandi dan memakai pakaian terbaik, sebelum berangkat sholat Idul Fitri.
Beliau juga menggunakan wangi-wangian, untuk menyempurnakan penampilannya. Kisah ini dijelaskan dalam hadist riwayat Al-Hakim.
Makan sebelum sholat Ied
Saat hari raya Idul Fitri, umat Islam dilarang untuk berpuasa. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW, yang mengonsumsi beberapa kurma terlebih dahulu sebelum pergi sholat Idul Fitri.